SURABAYA – Penguatan konektivitas logistik di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak menjadi perhatian Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS).
Upaya tersebut dibahas melalui kunjungan kerja yang turut menyoroti kesiapan implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027 serta integrasi transportasi barang menggunakan kereta api.
Kunjungan dipimpin Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara Kemenko Infrastruktur, Balkis Kusumawati. Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau kesiapan fasilitas pelabuhan sekaligus melihat secara langsung integrasi layanan kereta api dengan Terminal Petikemas Surabaya.
TPS memaparkan pengembangan layanan multimoda sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan memperlancar distribusi barang. Integrasi transportasi laut dan kereta api juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan raya sehingga membantu menekan kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan pelabuhan.
Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Ali Sodikin, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap upaya pengembangan konektivitas dan peningkatan efisiensi logistik di kawasan pelabuhan.
Menurut Ali, integrasi antarmoda transportasi, termasuk konektivitas kereta api dengan pelabuhan, menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi distribusi barang sekaligus memperkuat daya saing logistik nasional.
“Sebagai bagian dari ekosistem Pelabuhan Tanjung Perak, TPS siap mendukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan sistem logistik yang semakin terintegrasi, andal, dan berkelanjutan,” ujar Ali.
Ia menjelaskan, penguatan sistem logistik nasional membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari regulator, operator pelabuhan, operator terminal, penyedia jasa transportasi hingga pelaku rantai pasok lainnya.
Konektivitas melalui jalur darat maupun kereta api, lanjutnya, perlu terus dikembangkan agar distribusi barang dari dan menuju berbagai wilayah di Indonesia dapat berlangsung lebih efektif.
Melalui kolaborasi pemerintah, Pelindo Group, operator terminal, serta para pemangku kepentingan lainnya, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak diharapkan semakin berkembang sebagai simpul logistik yang terintegrasi dan efisien.
Penguatan konektivitas tersebut juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendukung implementasi Zero ODOL 2027. Selain mendorong distribusi barang yang lebih efisien, langkah ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik nasional dan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global.






