MALANG – PT PLN (Persero) terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Untuk memastikan proyek berjalan sesuai target, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) turut mengawal langsung peninjauan progres pembangunan pembangkit berkapasitas 133 megawatt peak (MWp) tersebut, Kamis (5/11).
Peninjauan dipimpin Direktur Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Tony Susandy, bersama Executive Vice President (EVP) Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN, Widya Anggoro Putro. Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran manajemen PLN UIP JBTB serta perwakilan PLN Nusantara Power.
PLTS Terapung Karangkates dirancang memiliki kapasitas 100 MWac atau setara 133 MWp. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PLN UIP JBTB dan PLN Nusantara Power, dengan pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh perusahaan pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI).
Melalui peninjauan tersebut, rombongan memastikan kesiapan lokasi, penerapan teknologi pemanfaatan permukaan waduk, serta perkembangan konstruksi agar tetap sesuai jadwal dan memenuhi standar kelestarian lingkungan.
Pemanfaatan Waduk Karangkates sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga surya terapung juga menjadi salah satu upaya mengoptimalkan infrastruktur bendungan yang telah tersedia. Dengan demikian, pengembangan energi bersih dapat dilakukan tanpa perlu menggunakan lahan daratan produktif.
Direktur Terbarukan Kementerian ESDM, Tony Susandy, mengapresiasi progres pembangunan PLTS Terapung Karangkates yang melibatkan kolaborasi PLN dan mitra kerjanya.
“Kami sangat mengapresiasi langkah progresif dan kesigapan PLN, baik UIP JBTB maupun PLN Nusantara Power, dalam mengoptimalkan potensi permukaan air Waduk Karangkates menjadi PLTS Terapung berskala 100 MWac. Inovasi pemanfaatan bendungan ini merupakan langkah yang sangat strategis untuk menggenjot capaian bauran energi baru terbarukan nasional dengan cepat, efisien, dan tanpa mengorbankan lahan daratan produktif. Kolaborasi yang solid dan eksekusi di lapangan yang terukur seperti ini adalah kunci utama agar target Net Zero Emission kita dapat terealisasi tepat waktu,” ungkap Tony.
Sementara itu, EVP Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN, Widya Anggoro Putro, menyebut pembangunan PLTS Terapung Karangkates menjadi bagian dari keseriusan perusahaan dalam mempercepat transisi energi nasional.
Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan ketelitian teknis dan standar rekayasa yang tinggi. Karena itu, PLN memastikan seluruh proses konstruksi yang dilaksanakan PT NGKI berjalan dengan pengawasan ketat serta mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan.
“PLN terus bergerak masif dalam melakukan transisi energi. Pembangunan infrastruktur PLTS Terapung ini membutuhkan tingkat presisi engineering yang tinggi, dan kami memastikan seluruh proses konstruksinya yang dikerjakan oleh PT NGKI diawasi dengan ketat, aman, serta membawa dampak positif bagi keandalan sistem kelistrikan di Jawa Timur,” terang Widya.
General Manager PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mengawal pembangunan proyek tersebut hingga selesai. Langkah ini sekaligus mendukung visi PLN dalam mengembangkan kapasitas PLTS hingga 100 GWp secara nasional.
“PLN UIP JBTB berkomitmen penuh dalam mendukung percepatan pembangunan energi bersih, sejalan dengan visi besar PLN untuk mengembangkan kapasitas PLTS hingga 100 GWp secara nasional. Bersama PLN Nusantara Power, proyek PLTS Terapung Karangkates 133 MWp ini adalah salah satu tonggak penting bagi kami. Kami siap mengawal kelancaran proyek ini dari hulu ke hilir, memastikan setiap panel surya yang terpasang di atas perairan Karangkates kelak akan memberikan pasokan listrik yang andal, hijau, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Hendro.
Selain mendukung peningkatan bauran energi terbarukan, kehadiran PLTS Terapung Karangkates diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas. Proyek ini diproyeksikan dapat menekan emisi karbon dan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik, sekaligus mendorong investasi hijau serta membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
PLN UIP JBTB memastikan pengembangan proyek tersebut tetap mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagalistrikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.





