BARITO KUALA – Kepedulian terhadap keluarga petugas pemadam kebakaran yang gugur saat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diwujudkan Kahf, brand di bawah naungan ParagonCorp, melalui penyaluran bantuan pendidikan dan ekonomi bagi keluarga almarhum Nurdin di Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan, khususnya tiga anak almarhum yang masih menempuh pendidikan. Kepergian Nurdin saat menjalankan tugas meninggalkan tanggung jawab besar bagi keluarga untuk melanjutkan kehidupan, termasuk memastikan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan.
Melalui program tersebut, Kahf memberikan bantuan pendidikan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, mulai dari pembayaran SPP, pembelian buku, hingga seragam. Selain itu, keluarga juga menerima bantuan sembako dan dukungan ekonomi.
Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, mengatakan perhatian terhadap keluarga petugas yang gugur perlu terus diberikan, bahkan setelah situasi darurat berlalu.
Ia menyampaikan penghormatan kepada almarhum Nurdin atas pengabdiannya dalam menjalankan tugas melindungi masyarakat. Astri juga berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak.
“Tentunya bantuan yang kami berikan tidak akan bisa mengobati luka yang dirasakan keluarga. Namun semoga ini bisa sedikit meringankan beban, mengingat anak-anak Almarhum masih memiliki kebutuhan pendidikan yang panjang,” ujar Astri dalam siaran pers di Barito Kuala, Selasa (3/11/2026).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari inisiatif Langkah Berdampak yang dijalankan Kahf bersama sejumlah mitra untuk merespons berbagai kebutuhan dalam penanganan maupun dampak karhutla.
Sebelumnya, inisiatif tersebut juga diwujudkan melalui dukungan peralatan nozzle tancap tanah untuk membantu pemadaman api di lahan gambut bersama Rumah Zakat. Kahf turut menyalurkan alat pelindung diri (APD) bagi petugas melalui kerja sama dengan BPBD di Palangka Raya.
Dalam kegiatan penyaluran bantuan di Barito Kuala, pemerhati pendidikan sekaligus Dosen Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Imam Santoso, turut hadir dan berbincang langsung dengan keluarga almarhum.
Imam mengaku terharu dapat menyaksikan secara langsung dukungan yang diberikan kepada ketiga anak Nurdin agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
“Hari ini saya datang ke Barito Kuala bersama Kahf untuk bertemu keluarga Bapak Nurdin, yang gugur saat bertugas memadamkan karhutla. Bagi saya, pendidikan adalah bekal paling penting untuk anak. Karena itu, saya senang bisa menyaksikan dukungan bagi ketiga anaknya agar tetap dapat melanjutkan sekolah,” ujar Imam.
Dari pertemuan tersebut, Imam melihat bagaimana keluarga berupaya melanjutkan kehidupan setelah kehilangan sosok kepala keluarga. Sang istri kini harus meneruskan peran dalam rumah tangga, sementara anak-anaknya tetap menyimpan harapan dan cita-cita untuk masa depan.
Ia pun berharap anak-anak almarhum dapat mengenyam pendidikan setinggi mungkin dan kelak meneruskan semangat sang ayah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Perjuangan almarhum tidak berhenti, melainkan diteruskan oleh keluarganya. Semoga nanti adik bisa sekolah tinggi dan sukses dan bisa melanjutkan mimpi ayah untuk bermanfaat dan menolong orang banyak,” tutur Imam.
Melalui inisiatif Langkah Berdampak, Kahf menegaskan komitmennya untuk menghadirkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan petugas di lapangan maupun keluarga yang ditinggalkan.
Bersama BPBD, Rumah Zakat, dan berbagai pihak terkait, Kahf memandang penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pemadaman api dan perlindungan petugas, tetapi juga mencakup perhatian terhadap keluarga terdampak agar dapat melanjutkan kehidupan.





