SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) terus mendorong pengembangan inovasi berbasis hasil riset agar memiliki nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Terbaru, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR memperkenalkan produk garam spa dalam ajang Airlangga Startup Summit & Innovation Expo (ASSIE) 2026 di Grand City Mall Surabaya, Jumat (6/11/2026).
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengembangan garam yang telah dilakukan FPK UNAIR sejak 2021. Tidak hanya menghasilkan produk garam, fakultas tersebut juga mengembangkan berbagai produk turunan, salah satunya garam spa yang mulai dirintis pada 2022.
ASSIE 2026 merupakan penyelenggaraan tahun keempat yang diinisiasi Pusat Pengembangan Bisnis dan Inovasi (Pasinbis) UNAIR. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Pasinbis UNAIR Prof. Dr. Muhamad Nafik Hadi Ryandono, S.E., M.Si.; Wakil Rektor UNAIR Prof. Dr. Koko Srimulyo, Drs., M.Si.; serta Direktur Jenderal Pengembangan dan Riset Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng.
Produk garam spa tersebut merupakan hasil pengembangan Prof. Ir. Mochammad Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D. Dalam kegiatan peluncuran, kehadirannya diwakili Dwi Yuli Pujiastuti, S.Pi., M.P., M.Sc., yang juga tergabung dalam tim pengembangan produk.
Dwi menjelaskan, pengembangan garam yang dimulai pada 2021 kemudian dilanjutkan dengan inovasi produk turunan. Salah satu hasilnya adalah garam spa yang mulai dikembangkan setahun berikutnya.
Menurutnya, peluncuran dalam ASSIE 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil pengembangan tersebut kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pemanfaatan produk secara lebih luas.
Di balik inovasi tersebut, FPK UNAIR juga menaruh perhatian pada aspek pemberdayaan masyarakat, khususnya petani garam. Pengembangan produk turunan diharapkan tidak hanya memperluas manfaat garam, tetapi juga memberikan dampak positif bagi para petani yang terlibat dalam sektor tersebut.
“Harapannya produk ini bisa digunakan oleh masyarakat luas terlebih untuk memberdayakan petani garam,” ungkap Dwi.
Melalui peluncuran garam spa ini, FPK UNAIR berupaya menunjukkan bahwa hasil pengembangan garam memiliki potensi untuk diolah menjadi produk dengan nilai tambah. Inovasi tersebut sekaligus diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat pemberdayaan petani garam.





