BANGKA – Sebanyak 10 orang berhasil mendapatkan sertifikat penjamah makanan/food handler hasil dari pelayanan Mobile Dinas Kesehatan dalam program Bupati Anjangsana ke Kampong (Bujang Kampong) Bupati Bangka di Kecamatan Mendo Barat, Selasa (17/12/2024).
Dengan tambahan 10 orang bersertifikasi food handler ini, sudah terdapat 374 orang di Kabupaten Bangka yang bersertifikasi.
Penjamah makanan/food handler adalah orang yang secara langsung berinteraksi dengan makanan dan peralatannya, mulai dari tahapan persiapan, pembersihan, pengolahan, pengangkutan, hingga penyajian.
Menanggapi hal ini, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (DPD HAKLI BABEl), Boy Yandra, SKM, MPH memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemkab Bangka yang telah menunjukkan kepeduliannya dan sangat mendukung program ini sehingga terciptanya inovasi baru untuk mendapatkan sertifikat food handler
Hal ini tentunya memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha kita untuk memberikan dampak kesehatan bagi makanan yang dikonsumsi masyarakat.
“Inovasi ini harus mendapatkan apresiasi yang tinggi. Ini sangat membantu UMKM kita dalam pengembangan usaha rumah tangga terkhusus di bidang makanan siap saji. Selamat juga kepada Bupati Bangka yang telah menerima penghargaan sebagai Kabupaten Inovatif terbaik di Indonesia dalam ajang Inovatif Government Award beberapa minggu yang lalu karena adanya inovasi ini,” kata Boy Yandra.
Sementara itu, Susi yang merupakan inisiator inovasi ini mengatakan bahwa sertifikat food handler merupakan salah satu persyaratan yang harus dimiliki para pengusaha dibidang pangan siap saji seperti restoran, rumah makan, katering dll.
“Selaku pelayan masyarakat, kami harus berupaya membantu masyarakat dalam kondisi apapun dalam hal menyediakan pangan yang sehat bagi masyarakat. Dengan adanya pangan yang sehat, maka derajat kesehatan masyarakat pun meningkat,” urai Susi.
PLT Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi mengatakan bahwa ada 839 unit sasaran Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) di Kabupaten Bangka yang bergerak di bidang pangan siap saji ini.
Jika per TPP ada 3 sampai 4 orang pekerja yang mengikuti kegiatan ini, maka akan ada sekitar 3 ribu orang pekerja yang menjadi sasaran kegiatan ini.
“Inovasi ini lahir sejak tahun 2021, yang merupakan adaptasi cepat kita terhadap Permenkes Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Perizinan Berusaha. Dimana dalam Permenkes tersebut disebutkan untuk mendapatkan sertifikat layak hygienis sanitasi harus ada sertifikat food handler. Jika tanpa inovasi ini, kita harus menyiapkan dana ratusan juta untuk melakukan pelatihan food handler,” ujar Nora Sukma Dewi.
Siti hawa, pengusaha kue dari Desa Mendo yang juga merupakan salah satu orang yang menikmati inovasi ini mengapresiasi kegiatan ini.
“Dalam penerbitan sertifikat food handler kami belajar online seperti kuliah, jika ada kendala kami bisa bertanya langsung ke kontak inovatornya melalui aplikasi. Setelah lulus, sertifikat bisa langsung kami cetak setelah di verifikasi dan di tandatangan secara elektronik oleh Kepala Dinas,” beber Siti Hawa.






