Daerah  

Menyambut Kegiatan Sippa Dhamma Samajja X, Pergabi Babel Laksanakan Rapat Koordinasi

PANGKAL PINANG – Untuk lebih memantapkan kesiapan panitia kegiatan Sippa Dhamma Samajja X Tahun 2025, Persatuan Guru Agama Buddha Indonesia (Pergabi) Provinsi Bangka Belitung melakukan konsolidasi dan rapat pemantapan untuk kegiatan tersebut.

Kegiatan rapat konsolidasi Pergabi Babel tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at (07/02/2025) bertempat di Vihara Kumala Bodhi, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Babel.

Selain dihadiri oleh seluruh pengurus Pergabi Babel, rapat konsolidasi ini di ikuti juga oleh Pembimas Buddha Kanwil Depag Babel, Pembimas Buddha Kota Pangkal Pinang, Organisasi Kepemudaan Buddha seperti Gemabudhi Babel, Hikmahbudhi Bangka dan Pemuda Buddhayana Babel.

Sippa Dhamma Samajja adalah kegiatan perlombaan untuk siswa dan siswi beragama Buddha yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kreatifitas. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat belajar dan berinovasi.

Untuk tahun ini, lomba yang diadakan terdiri dari 6 kategori, yaitu : menyanyi solo putra dan putri, cerdas cermat, cerita bergambar, bercerita Buddhis, pidato Buddhis dan pembacaan kitab suci Dhammapada.

Kegiatannya sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2025 di Kota Pangkal Pinang dengan mengusung tema Hebat, Cerdas Dan Berkarakter Buddhis.

Yatinem, S.Ag, selaku ketua panitia Sippa Dhamma Samajja Tahun 2025 mengatakan bahwa ia sangat berharap acara ini dapat berjalan baik dan sesuai dengan apa yang direncanakan.

“Kita semua berharap kegiatan Sippa Dhamma Samajja bisa berjalan lancar. Kegiatan ini khusus peserta didik beragama buddha dari SD, SMP dan SMA/K di Babel. Tahun ini akan dikuti oleh 450 siswa sekolah se Babel,” urainya.

Sementara itu, Wisnu Widiyanto, SH selalu Pembimas Buddha Kanwil Depag Babel berujar bahwa kegiatan ini penting bagi anak – anak didik tingkat sekolah untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap agama. Dengan kegiatan ini ia berharap generasi penerus memiliki spiritual, kreatifitas dan ketrampilan. Selain itu juga sebagai ajang silaturahmi bagi siswa beragama Buddha di Babel.

“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan pribadi dan lingkungan yang berbudi luhur, serta untuk memberikan kesempatan peserta didik untuk menggali potensi dan meningkatkan prestasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan,” kata Wisnu Widiyanto.