SURABAYA – Pemerintah pusat tengah menggagas pengembangan jalur kereta cepat Whoosh hingga ke Surabaya. Gagasan ini mendapat sambutan positif dari kalangan legislatif Jawa Timur.
Menteri Perhubungan sebelumnya telah menyampaikan rencana perluasan jalur Whoosh yang saat ini hanya menghubungkan Jakarta dan Bandung. Proyek ini kini dalam tahap kajian kelayakan untuk memperluas layanan hingga ibu kota Provinsi Jawa Timur.
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Surabaya, Lilik Hendarwati, menyatakan bahwa rencana tersebut menjadi momentum strategis dalam mempercepat arus mobilitas masyarakat dan memperkuat jaringan ekonomi kawasan timur Indonesia.
“Proyek ini masih dalam proses studi kelayakan. Pemerintah sedang menelaah berbagai alternatif rute dan skema pendanaan, termasuk opsi menggandeng investor swasta,” ujarnya, Selasa (22/7/2025).
Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur itu menyampaikan bahwa pengalaman dari jalur Jakarta-Bandung harus dijadikan pembelajaran agar tahapan berikutnya berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.
Menurut Lilik, keberadaan kereta cepat akan sangat bermanfaat bagi pelaku bisnis dan masyarakat umum yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang antar kota besar di Pulau Jawa.
“Kalau kereta cepat bisa menjangkau Surabaya, perjalanan ke Jakarta bisa jauh lebih singkat. Ini penting terutama bagi dunia usaha yang membutuhkan efisiensi waktu,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada mobilitas penumpang, Lilik juga melihat potensi besar kereta cepat dalam mendukung distribusi logistik dan komoditas. Menurutnya, sektor pertanian, perikanan, dan industri lainnya akan diuntungkan dari sistem transportasi yang lebih cepat dan aman.
“Distribusi hasil pertanian dan perikanan selama ini terganjal waktu pengiriman yang lama. Kalau bisa dikirim lebih cepat, kualitas produk bisa lebih terjaga dan biaya logistik bisa ditekan,” tambahnya.
Lilik juga menekankan pentingnya pemerataan manfaat. Ia berharap proyek ini tak hanya dinikmati masyarakat kota besar, tapi juga bisa menjangkau daerah-daerah penyangga agar pembangunan ekonomi bisa lebih merata.
“Jangan sampai hanya kelompok tertentu saja yang menikmati manfaatnya. Harus ada integrasi dengan wilayah sekitar agar akses dan pertumbuhan ikut menyebar,” ungkapnya.
Terakhir, Lilik mengingatkan bahwa keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada ketepatan perencanaan dan efektivitas pembiayaan.
“Yang utama adalah proyek ini harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat, bisa dijangkau dari sisi biaya, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan di daerah,” pungkasnya.
Sebagai catatan, Kereta Cepat Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang menghubungkan Jakarta-Bandung.
Dengan kecepatan mencapai 350 km/jam, moda transportasi ini mengusung teknologi tinggi dari Tiongkok. Rencana ekspansi ke Surabaya saat ini masih dalam tahap kajian dan akan membutuhkan skema pembiayaan kreatif di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

