SURABAYA – Rencana aksi demo tandingan yang digagas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur pada 3 September 2025 akhirnya diputuskan untuk ditunda. Penundaan ini diumumkan setelah adanya konferensi pers dari pihak Sholeh dan kawan-kawan, yang sebelumnya juga berencana menggelar aksi serupa di tanggal yang sama.
Sebelumnya, MAKI Jatim telah menggelar rapat bersama pengurus di tingkat provinsi maupun 17 kabupaten/kota melalui pertemuan langsung dan Zoom meeting. Dari hasil rapat tersebut, secara kelembagaan diputuskan bahwa sekitar 1.000 personel akan diturunkan dalam aksi demo tandingan 3 September.
“Rilis penundaan aksi demo oleh mereka (Sholeh dkk) pada malam hari tentu sangat mengecewakan kami. Padahal siangnya, MAKI Jatim sudah sepakat untuk turun aksi demi menjaga semangat Jaga Jatim Damai,” ungkap Heru MAKI, (02/09/25) Selasa.
Menurut Heru, usai rapat internal, pihaknya langsung melakukan pendataan kebutuhan teknis aksi serta peserta yang akan ikut turun ke jalan. Namun semangat itu mendadak meredup setelah muncul kabar bahwa kubu Sholeh menunda rencana aksi mereka.
Heru menegaskan, keputusan MAKI Jatim untuk menggelar demo tandingan semula dilandasi komitmen menjaga marwah dan kehormatan lambang tertinggi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur. Selain itu, aksi juga ditujukan sebagai bentuk aktualisasi nyata untuk menjaga perdamaian di Jatim.
“Seruan kami kepada masyarakat jelas, jangan terpengaruh provokasi, apalagi narasi fitnah yang tidak berdasar hukum. Karena itu, aksi 3 September sejatinya menjadi langkah nyata kami menjaga Jawa Timur tetap kondusif,” tegas Heru.
Meskipun rencana tersebut harus ditunda, Heru memastikan bahwa semangat pengurus dan anggota MAKI Jatim tidak akan padam. Ia menegaskan, pihaknya akan tetap bersiap dengan kekuatan penuh ketika Sholeh dkk telah menentukan jadwal aksi lanjutan.
“MAKI Jatim akan setia menunggu kapan mereka menjadwalkan ulang. Dan saat itu tiba, kami akan turun aksi secara bersamaan. Catat itu,” tutupnya.






