Pamerindo Hadirkan Manufacturing Surabaya 2026, Perkuat Rantai Pasok dan Adopsi Teknologi Industri

Caption : Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephannie membuka secara resmi Manufacturing Surabaya 2026 di Grand City Convex Surabaya. (Foto : Nugi/Indonesiakini.id)

SURABAYA – PT Pamerindo Indonesia kembali menggelar Manufacturing Surabaya 2026 di Grand City Convention & Exhibition Center (Convex), Surabaya, pada 15–18 Juli 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-20, pameran ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan inovasi teknologi industri, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan sektor manufaktur, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Penyelenggaraan tahun ini berlangsung di tengah menguatnya peran Jawa Timur sebagai salah satu pusat industri nasional. Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, pada Triwulan I 2026 ekonomi Jawa Timur tumbuh paling tinggi di Pulau Jawa. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian daerah dengan kontribusi mencapai 31,45 persen.

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, mengatakan Manufacturing Surabaya telah berkembang menjadi wadah yang mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, investor, hingga mitra bisnis untuk mempercepat transformasi sektor manufaktur.

Menurutnya, perkembangan industri saat ini tidak cukup hanya mengandalkan inovasi teknologi, tetapi juga membutuhkan kolaborasi yang mampu menciptakan ekosistem manufaktur yang saling terhubung dan berkelanjutan.

“Hari ini menjadi awal dari berbagai kolaborasi yang kami harapkan dapat menghasilkan dampak nyata bagi industri. Transformasi manufaktur tidak lagi hanya ditentukan oleh kehadiran teknologi baru, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pelaku industri untuk saling terhubung, berbagi pengetahuan, serta membangun rantai pasok yang semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Meysia saat pembukaan Manufacturing Surabaya 2026, Rabu (15/7/2026).

Ia menambahkan, melalui pameran ini setiap peserta diharapkan dapat menemukan solusi industri yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, memperluas jaringan kemitraan strategis, sekaligus membuka peluang bisnis baru yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam menopang pertumbuhan industri nasional. Potensi tersebut didukung keberadaan kawasan industri, infrastruktur logistik, serta konektivitas rantai pasok yang terus berkembang.

“Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak pertumbuhan industri nasional. Potensi tersebut perlu didukung oleh kolaborasi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, penyedia teknologi, dan pelaku industri agar transformasi industri dapat berlangsung lebih cepat, meningkatkan efisiensi, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global,” kata Emil.

Pada edisi ke-20 ini, Manufacturing Surabaya hadir dengan cakupan yang lebih luas melalui kolaborasi bersama Machine Tools Surabaya, Tools & Hardware Surabaya, serta Industrial Automation & Logistics Surabaya. Pameran juga diperkuat dengan kehadiran Growtech Indonesia dan Indonesia Energy Week Surabaya yang mencakup Electric Power Indonesia serta Water Indonesia, sehingga mampu menghubungkan sektor manufaktur, energi, hingga agrikultur dalam satu ekosistem.

Tak hanya menghadirkan berbagai teknologi dan solusi industri terbaru, penyelenggara juga menggelar sejumlah kegiatan pendukung yang berfokus pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta pengembangan bisnis. Beberapa agenda yang disiapkan antara lain Forklift Hero Competition edisi ketiga, Kaizen Clinic, HSE Championship, hingga Business Matching Programme.

Sebanyak lebih dari 150 perusahaan dari 17 negara ambil bagian dalam pameran yang menempati area seluas 7.887 meter persegi tersebut. Sejumlah perusahaan ternama seperti Gardner Denver, Sodick, dan Trakindo Indonesia turut memamerkan inovasi dan solusi industri terkini.

PT Pamerindo Indonesia menargetkan kehadiran lebih dari 9.000 pengunjung, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Target tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Manufacturing Surabaya sebagai salah satu pameran industri manufaktur terbesar di Indonesia Timur sekaligus menjadi penggerak kolaborasi menuju industri yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing global.