PENS Luncurkan Program Energi Terbarukan Bersamaan dengan Hibah Laboratorium PLTS dari Swiss

Teks Foto : Direktur PENS Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng. bersama Team Leader RESD Dian Elvira Rosa menunjukkan dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Pemerintah Swiss kepada PENS di Surabaya, Rabu (15/7/2026). (ist)

SURABAYA – Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Swiss terus memperkuat kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia sektor energi terbarukan melalui Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD).

Memasuki fase kedua yang berlangsung mulai Oktober 2025 hingga akhir 2028, program ini memperluas kemitraan dari lima menjadi sepuluh politeknik negeri di Indonesia, dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sebagai salah satu mitra baru.

Sebagai bagian dari implementasi proyek tersebut, GFA Consulting Group selaku pelaksana RESD yang ditunjuk Pemerintah Swiss menyerahkan hibah peralatan Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kepada PENS.

Penyerahan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Team Leader RESD Dian Elvira Rosa dan Direktur PENS Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng., di Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Program Diploma 4 Spesialisasi Satu Tahun Energi Terbarukan di PENS sebagai upaya memperkuat kompetensi lulusan dalam menghadapi kebutuhan industri energi bersih yang terus berkembang.

Team Leader RESD Dian Elvira Rosa mengatakan hibah laboratorium PLTS merupakan bentuk dukungan Pemerintah Swiss kepada Pemerintah Indonesia dalam mempercepat transisi energi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Hibah peralatan laboratorium PLTS ini merupakan realisasi dukungan Pemerintah Swiss bagi Pemerintah Indonesia untuk mendorong transisi energi, khususnya dari sisi pengembangan sumber daya manusia. Kami berharap peralatan laboratorium ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa sehingga mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, dan siap memenuhi kebutuhan industri energi terbarukan di Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PENS Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah menilai keberadaan laboratorium tersebut akan memperkuat proses pembelajaran sekaligus riset terapan di bidang energi terbarukan.

Menurutnya, Jawa Timur sebagai salah satu pusat industri nasional membutuhkan dukungan teknologi dan SDM yang mampu mendukung upaya dekarbonisasi industri.

“Jawa Timur merupakan salah satu poros industri terbesar di Indonesia yang dituntut untuk dapat melakukan dekarbonisasi. Hibah laboratorium PLTS dari Pemerintah Swiss ini memungkinkan mahasiswa dan dosen PENS melakukan praktik langsung dan riset terapan dengan teknologi mutakhir. Kami berkomitmen mencetak lulusan kompeten yang siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia,” katanya.

Paket hibah yang diberikan meliputi berbagai perangkat pembelajaran dan praktik PLTS, seperti peralatan solar photovoltaic (PV) portabel, panel surya rooftop, ground mount dan pole mount, perangkat keselamatan kerja, serta sarana pendukung lainnya.

Fasilitas laboratorium tersebut juga dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kehadiran sistem penyimpanan energi ini dinilai penting untuk mendukung pembelajaran teknologi penyimpanan energi sekaligus meningkatkan stabilitas dan keandalan sistem PLTS.

Kerja sama antara RESD dan PENS sendiri telah dimulai melalui penandatanganan Pengaturan Pelaksanaan pada 21 Januari 2026. Selain pengadaan fasilitas laboratorium, dukungan RESD Fase II juga mencakup pengembangan kurikulum energi terbarukan dengan fokus pada teknologi PLTS dan baterai, pelatihan teknis serta pedagogis bagi dosen oleh tenaga ahli Swiss, penyelenggaraan kuliah tamu industri, pelaksanaan tracer study, hingga evaluasi kurikulum secara berkala.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss berharap mampu memperkuat kapasitas pendidikan vokasi di bidang energi terbarukan sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang siap mendukung percepatan transisi menuju energi bersih di Indonesia.