Perwira Polisi yang Tangkap Bos Hercules Jadi Wakapolda Riau

Penunjukan Wakapolda Baru dalam Mutasi Polri Akhir Tahun 2025

Dalam mutasi besar-besaran yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akhir tahun 2025, sejumlah perwira tinggi polisi dirotasi ke berbagai jabatan penting. Salah satu yang menarik perhatian adalah Brigjen Hengki Haryadi, yang ditunjuk sebagai Wakapolda Riau. Berikut adalah profil dan riwayat karier dari tujuh Wakapolda baru yang dirotasi.

Profil Wakapolda Baru

1. Brigjen Pol Hengki Haryadi

Brigjen Hengki Haryadi (51 tahun) merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996. Ia dikenal luas karena ketegasannya dalam memberantas premanisme. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah penangkapan bos preman Hercules, Rosario de Marshal, sebanyak tiga kali pada tahun 2013, 2017, dan 2018. Selain itu, ia juga terlibat dalam pengungkapan kasus pembunuhan berantai serial killer Wowon cs, serta kasus John Kei dan sindikat perdagangan organ internasional.

Riwayat karier Hengki mencakup jabatan seperti Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, dan penyidik Tindak Pidana Utama Tk. II Bareskrim Polri.

2. Brigjen Pol Sulastiana

Sulastiana (53 tahun) adalah perwira wanita pertama yang menjabat Wakapolda Papua Barat. Ia lahir di Situbudo, Jawa Timur, dan memiliki gelar Doktor (Dr.) dalam bidang kepolisian. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Auditor Kepolisian Utama Tingkat II Itwasum Polri. Sulastiana juga dikenal sebagai penulis karya ilmiah dalam bidang kepolisian.

3. Brigjen Rony Samtana Tarigan

Rony Samtana (51 tahun) lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang tahun 1993 dan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993. Ia sebelumnya menjabat Wakapolda Sumatera Utara sejak Desember 2023. Jabatan-jabatan strategis yang pernah ia pegang antara lain Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri (2020), Dirreskrimsus Polda Sumut (2018–2020), hingga Kapolres Tapanuli Selatan.

4. Brigjen Pol Sonny Irawan

Sonny Irawan diangkat menjadi Wakapolda Sumatra Utara menggantikan Brigjen Rony Samtana yang dipindahkan ke Sumsel. Ia lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1997 dan pernah menjabat Kasespimma Sespim Lemdiklat Polri (April 2025 – Desember 2025). Di bawah kepemimpinannya, Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng meraih berbagai penghargaan, termasuk juara dalam kategori pelayanan lalu lintas tingkat nasional (IRSMS Award).

5. Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo

Adrianto Jossy Kusumo (56 tahun) dipercaya menjadi Wakapolda Kalimantan Timur. Ia lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992 dan memiliki rekam jejak kuat di bidang reserse dan penanggulangan terorisme. Sebelumnya, ia bertugas di Densus 88 Antiteror Polri, termasuk sebagai Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Papua dan Sulawesi Tengah.

6. Brigjen Pol Yosi Muhamartha

Yosi Muhamartha (56 tahun) ditunjuk menjadi Wakapolda Kalimantan Tengah. Ia lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990 dan memiliki keahlian di bidang Kepolisian Perairan (Polair). Sebelumnya, ia menjabat Wakapolda Papua Barat sejak Desember 2024. Yosi juga aktif dalam pengawasan pelayanan publik bersama Ombudsman dan memimpin upacara peringatan hari besar nasional.

7. Kombes Murry Mirranda

Kombes Murry Mirranda dipromosikan menjadi Wakapolda Bangka Belitung. Sebelumnya, ia menjabat Irwasda Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Irwasda Polda Maluku Utara. Ia dikenal karena aksi kemanusiaannya seperti program bedah rumah warga dan pembagian sembako secara rutin. Murry sempat menjadi kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 karena kepedulian sosialnya yang tinggi saat bertugas di wilayah pelosok.

Penutup

Mutasi ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas dan efektivitas operasional kepolisian di seluruh wilayah Indonesia. Dengan penunjukan para perwira berkualitas, diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *