BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah dari berbagai sektor untuk memperkuat kapasitas fiskal. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, Asep Supriatna menyampaikan bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi telah menetapkan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp30,1 triliun.
Menurutnya, anggaran tersebut akan difokuskan pada penguatan sektor kesehatan, infrastruktur publik, pendidikan, pangan, lingkungan, serta perumahan. Hal ini sesuai dengan misi Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi.
Asep mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan perangkat organisasi daerah (OPD) lainnya untuk menyusun langkah strategis dalam menentukan prioritas penguatan pendapatan daerah. Salah satu contohnya adalah kerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar dalam membahas aset strategis daerah, termasuk skema kerja sama pengelolaan aset dengan badan usaha terkait.
“Terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi pendapatan daerah, termasuk perlambatan ekonomi global. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk lebih adaptif dalam mencari jalan keluar agar pendapatan daerah tetap optimal di tahun depan,” katanya, Senin (22/12/2025).
Selain itu, Asep juga menjelaskan bahwa pihaknya bersama OPD lainnya membahas berbagai hal, mulai dari investasi hingga serapan tenaga kerja. Semua pihak memiliki pemahaman bahwa kinerja yang dilakukan di OPD akan saling berkaitan, meskipun secara teknis pekerjaan memiliki jalur dan tanggung jawab sendiri-sendiri.
Peningkatan pendapatan juga diupayakan dengan berkomunikasi kepada pemerintah pusat agar mendapat stimulus dan dana transfer yang proporsional. Tak hanya terkait dana transfer, pembahasan turut mencakup dinamika dana bagi hasil dengan potensi penurunan sekitar Rp600 miliar per tahun.
Dalam hal realisasi pendapatan tahun ini, Asep menyebut bahwa data yang diterima masih terus berjalan hingga tahun 2025 berakhir. Semua akan disampaikan, termasuk evaluasi menyeluruh berkaitan dengan tantangan yang dihadapi selama tahun 2025.
“Tahun ini ada banyak tantangan yang terjadi tidak hanya di Jawa Barat, hampir semua daerah menghadapinya. Pemerintah daerah harus menyesuaikan kebijakan fiskal daerah dengan dinamika kebijakan nasional. Belum lagi situasi industri otomotif skala nasional yang juga penuh tantangan. Tapi, apapun itu, fokus kami tentu bagaimana beradaptasi dan mencari cara agar pendapatan daerah bisa maksimal di tahun depan,” ujarnya.
Strategi Peningkatan Pendapatan Daerah
Berikut beberapa strategi yang sedang diterapkan oleh Pemprov Jabar untuk meningkatkan pendapatan daerah:
Koordinasi antar OPD
Pihak Bapenda bekerja sama dengan berbagai OPD untuk merancang langkah strategis dalam penguatan pendapatan. Ini melibatkan diskusi tentang aset strategis dan kerja sama pengelolaan aset dengan badan usaha.Membangun hubungan dengan pemerintah pusat
Upaya komunikasi dengan pemerintah pusat dilakukan untuk mendapatkan stimulus dan dana transfer yang proporsional. Hal ini penting karena adanya dinamika dana bagi hasil yang berpotensi menurun setiap tahun.Adaptasi terhadap kondisi ekonomi global
Perlambatan ekonomi global menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Untuk mengatasinya, pemerintah daerah perlu lebih adaptif dalam mencari solusi agar pendapatan daerah tetap optimal.Evaluasi dan analisis dampak tahun 2025
Data realisasi pendapatan tahun ini masih dalam proses pengumpulan. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memahami tantangan yang dihadapi dan bagaimana mengoptimalkan pendapatan di masa depan.
Tantangan yang Dihadapi
Beberapa tantangan yang dihadapi oleh Pemprov Jabar antara lain:
Dampak perlambatan ekonomi global
Ekonomi global yang melambat berdampak pada berbagai sektor, termasuk pendapatan daerah. Pemerintah daerah harus lebih fleksibel dalam mengambil kebijakan.Perubahan kebijakan nasional
Dinamika kebijakan nasional memengaruhi kebijakan fiskal daerah. Pemprov Jabar harus menyesuaikan diri agar tidak terganggu.Tantangan industri otomotif
Industri otomotif nasional yang menghadapi berbagai tantangan juga memengaruhi pendapatan daerah.
Dengan berbagai strategi dan upaya yang dilakukan, Pemprov Jabar berharap dapat mencapai target pendapatan daerah yang diharapkan dan memperkuat kapasitas fiskal provinsi.





