JAKARTA – Perusahaan terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback hingga sebesar Rp1 triliun.
Manajemen CDIA menyatakan bahwa aksi korporasi ini akan dilakukan mulai tanggal 6 Februari 2026 hingga 5 Mei 2026. Rencana ini dianggap sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham, memperkuat kinerja saham sesuai dengan kondisi fundamental perusahaan, serta menjaga kepercayaan publik terhadap perseroan.
“Pembelian kembali saham akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh Perseroan, dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis manajemen CDIA dalam keterbukaan informasi, Kamis (5/2/2026).
Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, CDIA telah menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proses buyback selama periode tiga bulan ke depan.
Selama masa buyback, pihak-pihak terafiliasi dengan perseroan dilarang melakukan transaksi atas saham CDIA. Hal ini mencakup komisaris, direktur, pegawai, pemegang saham utama, hingga orang perseorangan yang memiliki hubungan usaha dengan perseroan.
“Hingga saat ini, pemegang saham utama Perseroan masih memiliki rencana untuk mempertahankan kepemilikan sahamnya di Perseroan,” ujar manajemen CDIA.
Di lantai bursa, saham CDIA mengalami penguatan sebesar 3,24% menjadi Rp1.115 per saham pada pukul 15.18 WIB, Kamis (5/2/2026). Meskipun harga saham CDIA telah turun sebesar 35,28% sejak awal tahun, namun dalam setahun terakhir saham tersebut melonjak sebesar 333,59%.
Beberapa faktor yang mendorong peningkatan harga saham CDIA antara lain:
- Kebijakan strategis perusahaan yang terus berupaya meningkatkan kinerja keuangan.
- Penguatan reputasi perusahaan di pasar modal.
- Dukungan dari para pemegang saham utama yang tetap percaya terhadap potensi pertumbuhan CDIA.
Selain itu, aksi buyback juga dapat memberikan dampak positif terhadap likuiditas saham dan meningkatkan rasa percaya investor terhadap perseroan.
Namun, investor diimbau untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Keputusan untuk membeli atau menjual saham sepenuhnya ada di tangan pembaca. Perusahaan tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





