SURABAYA – Memasuki bulan Ramadan, ritme dapur di banyak rumah tangga berubah menjadi lebih sibuk dan penuh tantangan. Lonjakan aktivitas belanja untuk kebutuhan sahur dan buka puasa kerap membuat isi kulkas mendadak penuh sesak. Tanpa penataan yang tepat, tumpukan bahan makanan berisiko terlupakan, layu, bahkan membusuk karena luput dari pengawasan.
Persoalan ini bukan sekadar soal kerapian, tetapi juga menyangkut efisiensi finansial dan etika konsumsi. Di tengah upaya keluarga menekan pengeluaran selama Ramadan, terjadinya pemborosan bahan makanan (food waste) akibat manajemen penyimpanan yang kurang optimal tentu menjadi kerugian nyata. Tantangannya adalah menjaga visibilitas dan masa simpan setiap bahan pangan agar tidak ada yang terbuang percuma di tengah kesibukan ibadah.
Menjawab kebutuhan tersebut, peran kulkas kini telah mengalami transformasi signifikan. Tidak lagi sekadar mendinginkan atau membekukan, perangkat pendingin modern hadir sebagai pusat kendali nutrisi keluarga. Kulkas dituntut mampu membantu pemiliknya merencanakan menu harian sekaligus memantau stok belanja secara presisi.
Semangat inilah yang melatarbelakangi Samsung Electronics Indonesia menggelar diskusi bertajuk “Beranda: Siap Lebih Awal Menyambut Ramadan”. Melalui forum ini, Samsung memberikan edukasi praktis tentang pengelolaan dapur yang lebih tertata, sehingga keluarga Indonesia dapat menjalani bulan suci dengan lebih tenang tanpa harus direpotkan oleh kekacauan ruang penyimpanan makanan.
Risa Rismayanti, Refrigerator Product Marketing Samsung Electronics Indonesia, menegaskan bahwa teknologi menjadi kunci terciptanya dapur cerdas. Melalui lini Samsung Bespoke AI, kecerdasan buatan dimanfaatkan untuk membantu keluarga merencanakan belanja secara lebih akurat. Sistemnya mampu memantau stok serta masa simpan bahan makanan secara sistematis, sehingga pengguna tidak lagi menebak-nebak sisa persediaan di dalam kulkas.
Keunggulan seri Bespoke AI juga terletak pada kemampuannya menekan angka food waste. Dengan fitur pengingat dan pemantauan pintar, bahan makanan dapat dikonsumsi sebelum melewati masa kesegarannya. Dampaknya bukan hanya pada pengurangan pemborosan, tetapi juga penghematan pengeluaran rumah tangga, sehingga anggaran dapat dialokasikan untuk kebutuhan Ramadan lainnya.
Dari sisi kapasitas, Samsung menyematkan teknologi SpaceMax™ yang memungkinkan volume interior mencapai 681 liter. Dinding kulkas dirancang lebih tipis dengan isolasi termal kuat, sehingga ruang penyimpanan menjadi lebih luas tanpa menambah dimensi fisik secara signifikan di dapur.
Efisiensi ini semakin disempurnakan dengan kehadiran AI Energy Mode yang membantu menjaga konsumsi listrik tetap terkendali, meskipun kulkas bekerja lebih intens selama Ramadan. Inovasi tersebut dirancang agar keluarga dapat fokus pada kekhusyukan ibadah, sementara pengelolaan kesegaran bahan pangan tetap optimal dan hemat energi.
Sebagai tambahan, Samsung menghadirkan berbagai penawaran menarik, termasuk Free Samsung Product senilai hingga Rp5.900.000 serta voucher belanja hingga Rp500.000 selama periode promo Ramadan.






