SKM Aceh Tenggara Pendongkrak Literasi yang Mencerahkan

SKM Aceh Tenggara Pendongkrak Literasi yang Mencerahkan

Oleh: Farma Andiansyah

Aceh Tenggara tidak boleh lengah dalam memposisikan dirinya menyambut peluang bonus demografi atau yang lebih akrab dikenal sebagai penguatan karakter generasi emas. Sebagai kabupaten yang potensi serta kekayaan daerahnya masih tersimpan, barangkali lebih cocok menyebutnya Aceh Tenggara belum optimal dikelola, terutama dari sektor pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam kondisi Aceh Tenggara yang potensi SDM (human capital) tampak bersebaran di luar Aceh Tenggara atau yang terus bertahan di Aceh Tenggara tentunya tidak tinngal diam dalam menerima keadaan Aceh Tenggara seperti ini. Aceh Tenggara mesti bangkit. Aceh Tenggara mesti digenjot secara strategis untuk lebih maju dan berdaya saing ekonomi lebih tinggi.

Dengan terbentuknya Sekolah Kita Menulis (SKM) Cabang Aceh Tenggara dengan terus berkoordinasi dengan seluruh cabang SKM di tanah air, misalnya SKM Cabang Jakarta, SKM Cabang Bogor, SKM Cabang Sumenep, SKM Cabang Jambi, SKM Cabang Pangkalpinang, SKM Cabang Sumatera Barat, SKM Cabang Medan, SKM Cabang Banda Aceh, SKM Cabang Langsa, SKM Cabang Sabang dan seterusnya cabang SKM yang berada di provinsi Aceh. Dalam jejaringan yang menyatu dalam visi SKM inilah sejatinya SKM Aceh Tenggara terus bergerak menuju Aceh Teggara yang dicita-citakan mampu menjawab tantangan global yang semakin kompleks hari ini.

Tanpa basa-basi akademis maupun populis, hari ini SKM Aceh tenggara ikut bergandengan tangan dengan berbagai pihak, sehingga SKM Aceh Tenggara telah meluncurkan program beasiswa menulis untuk masyarakat umum di Aceh tanggara. Dalam tahapan pelaksanaan program beasiswa menulis di SKM ini, tidak hanya mahasiswa dan siswa saja yang ikut mendapatkan beasiswa menulis tersebut, tetapi juga ada sejumlah guru atau dosen juga ikut meningkatkan kapasitas dari sektor literasi yang mnecerahkan.

Fenomena yang terjadi di SKM Aceh Tenggara melalui antusiasme mengikuti program beasiswa menulis dan ikut melatih diri untuk terus menulis untuk membekali diri sekaligus sebagai menjalankan agenda perbaikan dan perubahan Aceh Tenggara yang lebih berkarter, sehat mental dalam memajukan dearah akan terus diperkuat. Tentu, ada satu pintu menuju ke arah itu, yaitu memperkuat literasi generasi muda di Aceh Tenggara, tidak terlepas di dalamnya untuk terus memperkuat misi pencerdasan publik di Aceh Tenggara.

Penguatan literasi yang tercerahkan, kreatif dan populer adalah sektor yang strategis untuk mampu memberikan peralatan yang bukan saja untuk memberikan kemampuan untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk membuka akselerasi kesehatan berfikir dan bertindak dalam memajukan Aceh Tenggara, provinsi Aceh, Indonesia agar tersorot di panggung prestasi dunia.

Melalui komitmen publik dan korporasi yang di jalani SKM Aceh Tenggara saat ini tentunya sungguh ironi jika kondisi dunia tanpa batas hari ini, kondisi dunia serba AI hari ini, kondisi duniaberlimpahan informasi hari ini dan seterusnya tidak mampu dimanfaatkan oleh anak-anak bangsa di Aceh Tenggara untuk tampil terdepan dalam mendongkrak literasi yang mencerahkan daerah. Jalan buntu kejumudan daerah mesti terurai secara elagan.

Sudah saatnya kita memaklumi kalimat “kurang bicara, terus berbuat dan memberikan bukti untuk kemajuan literasi”. Meski bagaimanapun rusaknya citra pendidikan di Indonesia, terlebih di Aceh, namun yang mesti disadari adalah pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengangkat harkat dan martabat manusia. Jika merujuk dari pemikiran guru bangsa, Ki Hadjar Dewantara, pendidikan tidak saja dimaknai dengan sederet gelar, tidak bisa berjalan di atas kertas SKS-kurikulum-laporan atas nama pendidikan. Jauh dari itu, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Alam terkembang dapat dimanfaatkan untuk manusia yang cerdas, bercakrawala, produktif dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Inilah misi SKM Aceh Tenggara yang sedang digarap saat ini.

Khusus catatan untuk pemangku kebijakan dan masyarakat di Aceh Tenggara, marilah kita menatap nasib generasi Aceh Tenggara untuk terus dicerahkan. Meskipun masih banyak kerikil, duri dan kesenjangan sosial lainnya di Aceh Tenggara jangan sempat kita terus membenih atau menabung permasalahan akut untuk generasi Aceh Tenggara di masa yang akan datang. Dalam rangka mendongkran optimisme generasi Aceh Tenggara yang kemudian bergandengan tangan dengan seluruh praktisi SKM di Indonesia melalui jejaringan nasional yang di miliki SKM ini, kita yakin mampu berkolaborasi mencapai Aceh Tenggara seperti yang dicita-citakan.

Tanpa berlebihan, saya sebagai seorang yang diamanahkan untuk menyetir SKM, saya memiliki keyakinan bahwa Aceh Tenggara akan bersinar pada waktunya jika program kolaborasi antar pihak di Aceh Tenggara terus kita berjuangkan secara bersama-sama dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperkuat mentalitas hidup yang memanusiakan manusia.