Daerah  

Absensi Online ASN Pemkab Banyuwangi Error, Mesin Absensi Finger Print dan Face Recognition Ditinggalkan

BANYUWANGI – Aplikasi Smart Kampung yang juga sebagai absensi Online PNS di Kabupaten Banyuwangi sempat terjadi kendala eror.

Sehingga membuat sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Banyuwangi tidak bisa melakukan absensi dikarenakan aplikasi yang ngadat dan hanya loading.

Padahal absensi online tersebut baru saja diterapkan di kabupaten ujung timur pulau Jawa tersebut alhasil sejumlah ASN harus kembali mengunakan absensi manual.

Kejadian tersebut juga dibenarkan Kabid TIK Dinas Kominfo Kabupaten Banyuwangi, Agustinus Suko. Dirinya mengungkapkan kendala tersebut dikarenakan migrasi yang sebelumnya mengunakan perangkat khusus beralih ke gawai masing masing ASN.

“Karena ada migrasi dari yang sebelumnya mengunakan perangkat khusus sekarang mengunakan HP masing masing dari ASN, atau kesiapan penguna untuk instal dalam proses verifikasi,” ujarnya.

Menanggapi kejadian tersebut dirinya juga mengatakan untuk mengundang para operator kepegawaian untuk sosialisasi SOP pelatihan instalasi.

“Kita akan mengundang operator kepegawaian untuk sosialisasi SOP instalasi tersebut, dan kita tetap memonitoring sistem dan sedang dalam pembenahan untuk prosesnya lebih cepat,” ungkapnya.

Agustinus juga menambahkan anggaran pembuatan absensi online tersebut adalah sebesar Rp.0 dikarenakan hanya pengembangan dari aplikasi smartkampung yang dibuat oleh TIM Pemkab Banyuwangi.

Sebelumnya PNS Pemkab Banyuwangi absensi menggunakan mesin absensi Finger Print dan Face Recognition. Dari sumber informasi terpercaya anggaran pengadaan mesin dianggarkan pada tahun 2016, 2017 dan 2018. Diperkirakan total anggaran mencapai angka milyaran rupiah. Sekarang mesin absensi Finger Print dan Face Recognition itu tidak digunakan lagi. (Noviansyah)