Daerah  

Masjid Baitul Yaqin Alue Bu

Foto : Masjid Alue Bu, Peureulak Barat, Aceh Timur, Aceh.

ACEH TIMUR (INDONESIAKINI.id) – Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, hal demikian menjadi wadah subur tumbuh kembang masjid-masjid.

Masjid sebagai rumah ibadah sekaligus simbol Islam, tidak hanya sebagai sarana spiritual tetapi juga menjadi ruang interaksi berbagai latar belakang sosial.

Masjid sebagai sebuah bangunan tidak hanya berkaitan dengan ritual penyembahan, namun masjid menjalankan fungsi ganda.

Fungsi ganda yang dimaksud yakni masjid dapat memupuk keharmonisan sosial di masyarakat.

Fungsi ganda tersebut selaras dengan konsep kehidupan dalam Islam, yakni bagaimana manusia membumikan “habluminallah wa habluminannas”.

Khususnya Aceh yang merupakan sarana umat muslim terbesar, juga memiliki julukan Serambi Mekkah serta gemparan nama lain Aceh ialah “Tanah Rencong”, para habib, ulama, serta pejuang dan tokoh-tokoh lainnya banyak yang berdarah Aceh.

Maka tak heran masjid banyak terdapat di permukaan bumi Aceh diantara lain ialah :

“Masjid Baitul Yaqin” masjid ini terletak di depan jalan lintas nasional Banda Aceh -Medan, tepatnya di desa Alue Bu Tuha , Kecamatan Peureulak Barat, kabupaten Aceh Timur.

Dimana masjid ini ialah salah satu sarana tempat beribadah yang diminati masyarakat serta para pengunjung lainnya karena keindahan yang mempesona serta fasilitas material yang terbangun di masjid ini cukup bagus, sehingga memikat hati pengunjung untuk singgah melakukan amal ibadah.

MCK, Tempat Whudu, Toilet yang tertera di lapak masjid memuaskan hati para pengunjung dengan air yang jernih murni tanpa adanya pemutih tambahan serta didepan mck juga ada halaman indah yang berkesinambungan dengan masjid.

Halaman masjid yang luas dilapis paving block menjadi sarana parkir bagi kendaraan roda 2,4 dan seterusnya. Masjid ini juga menerakan beberapa kamera cctv yang tertera di beberapa sudut masjid, demi keamanan dan kemaslahatan lainnya.

Tgk H Abdurrahman sering disapa Abi Raman selaku imam besar masjid serta panutan masyarakat setempat masih aktif melakukan kegiatan-kegiatan di masjid.

Pengajian Jum’atan serta bulanan dengan guru pengajian dari berbagai kalangan tokoh ulama juga aktif diselenggarakan dengan hadirnya aparatur desa dan masyarakat serta para pemuda/pemudi yang sependapat.

“Kita Jadikan Masjid yang indah ini dengan unsur-unsur yang telah tertera dalam aqama Islam dan mari kita jaga kemakmuran masjid secara bersama” pungkas Abi Raman.

Muhammad Nasir selaku kepala desa Alue Bu Tuha juga mengajak para masyarakatnya mengikuti kegiatan yang telah ditetapkan di masjid.

“Bagi para pengunjung harus mematuhi serta menaati peraturan yang ditetapkan antara lain harus memakai pakaian muslim/muslimah,membuang sampah pada tempatnya dan beberapa peraturan lainnya, demi kemakmuran masjid terjalan”, Tegas Ketua Remaja Masjid”.

Penulis: Radja