BANYUWANGI (INDONESIAKINI.id) – Bertepatan dengan peringatan Hari pahlawan 10 November 2023 Ponpes Al Anwari mengajak para santrinya untuk memberikan doa kepada para pahlawan yang telah gugur di medan peperangan, di kala Indonesia masih merebutkan kemerdekaan.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut pada guru juga memberikan pengetahuan apa itu arti sebuah pahlawan di era saat ini. Terlebih bagi santri dan santriwati ponpes Al Awari.
Para guru juga bercerita tentang peranan santri disaat masa masa era perjuangan untuk merebutkan kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan berperang secara langsung melawan penjajahan belanda dan jepang kala itu.
Sehingga dicetuskannya Resolusi Jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari. Resolusi Jihad ini berhasil memobilisasi para pejuang untuk turut mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam peristiwa pertempuran Surabaya.
Pendidikan yang mereka terima di pesantren, sekolah Islam tradisional, bukan hanya mengajarkan agama, tetapi juga nilai-nilai nasionalisme. Santri dikenal dengan ketaatannya pada ajaran Islam, yang juga memasukkan unsur-unsur patriotisme.
“Jadi kita menjelaskan apa itu hari pahlawan, dan bagaimana peranan penting satri saat itu. Disaat merebutkan kemerdekaan dari tangan penjajah dan itu harus terus kita tumbuhkan dihati pada santri, agar semangat itu terus tumbuh” ujar Ariellia Eka putri, Kepala Sekolah Ponpes Al Anwari.
Lebih jauh, makna sebuah pahlawan saat ini juga dijelaskan bahwa peranan orang tua dalam bentuk kasih sayangnya, memberikan pendidikan terbaiknya juga termasuk Pahlawan bagi anak anaknya.
Sehingga dalam kegiataan di momen Hari Pahlawan, para santri juga melakukan sungkeman kepada orang tuanya. Dan momen ini juga diwarani dengan rasa haru dari setiap anak anak dan orang tua yang saling berpelukkan.
“Dan orang tua adalah Pahlawan dari setiap kita, karena mereka kita tumbuh dewasa,sehat dan mereka juga memberikan pendidikan terbaiknya bagi kita, sebagai rasa terimakasih kita memberikan bakti terbaik kita pada kedua orang tua,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan dikarena para santri tidak setiap hari bertemu orang tuanya maka doa terbaiknya harus terus dipanjatkan serta belajar dengan tekun, displin dan melawan rasa malas.
Sebagai penutup kegiatan para santri juga melakukan tabur bungga di pusara para pahlawan kemerdekaan di Taman Makam Pahlawan Jiwa Raga Satria, Banyuwangi. (Noviansyah)






