Debat Cawapres Soal Isu Ekonomi Muhaimin Iskandar ; 5 Persen APBN, Sekitar Rp150 Triliun, Salah Satunya Untuk Program Kredit Usaha Anak Muda.

JAKARTA (INDONESIAKINI.id) – Tiga calon wakil presiden (cawapres) yang berkontestasi dalam Pilpres 2024 beradu gagasan dalam debat yang digelar di Jakarta, Jumat (22/12) malam.

Debat Pilpres 2024 seri kedua mempertemukan tiga cawapres, yakni Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD.

Tema debat kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-APBD, infrastruktur, dan perkotaan.

Dalam pemaparan visi misinya, Muhaimin Iskandar – yang akrab disapa Cak Imin – menjabarkan sejumlah masalah ekonomi yang harus diberantas. Ia menggunakan kata “selepet” untuk menggambarkan upaya pemberantasan tersebut.

Pemerataan ekonomi dengan menaikkan pajak bagi orang kaya, sekaligus menurunkan pajak untuk warga menengah ke bawah.

Cak Imin juga berjanji akan memberantas mafia dalam perdagangan Indonesia.

Lebih jauh, Cak Imin mengklaim bakal mengurangi angka pengangguran yang saat ini mencapai 8 juta jiwa. Namun, 80 juta lainnya bekerja di sektor informal yang pendapatannya tidak pasti.Ia juga berjanji akan melanjutkan, bahkan menambah program bansos.

Cak Imin juga menjanjikan 5 persen APBN, sekitar Rp150 triliun, untuk kaum muda, salah satunya melalui program Kredit Usaha Anak Muda

Ia juga berjanji akan memberikan Rp5 miliar per desa tiap tahun.

Capres dan cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mengusung ide “pemerataan ekonomi” dalam visi dan misinya.

Untuk mencapai itu beberapa langkah yang ditempuh yakni mewujudkan alokasi APBN yang lebih mencerminkan upaya mengurangi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.

Kemudian melakukan reformasi kebijakan untuk memungkinkan para pekerja informal mendapatkan akses kredit dari lembaga keuangan.

Selain itu juga memperbaiki infrastruktur di daerah tertinggal untuk meningkatkan akses masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif.

Namun begitu, salah satu janji yang diumbar cawapres Muhaimin Iskandar jika menang nanti adalah “memberikan akses permodalan sebesar Rp10 juta kepada anak muda yang ingin usaha.”

Modal itu diberikan tanpa agunan dan tanpa bunga.