SURABAYA | Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.
Sebanyak 300 lebih dosen dan tenaga kependidikan di kampus yang dikenal sebagai Kampus Kebangsaan dan Kerakyatan ini menjalani tes urine di Pusat Layanan Kesehatan (PLK) di lantai 1 gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), Unitomo, Jl. Semolowaru, Surabaya.
Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan akademik.
Program tes urine ini terselenggara berkat kerja sama Unitomo dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur.
Rektor Unitomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, SH, MH, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU) sebagai badan hukum penyelenggara Unitomo.
“Tujuan utama tes ini adalah untuk mendeteksi dini adanya penyalahgunaan narkotika di lingkungan kampus. Kami ingin memastikan bahwa civitas akademika kami bersih dari narkoba,” ujarnya.
Iyat, sapaan akrab Prof. Siti Marwiyah, menambahkan bahwa memerangi narkoba adalah komitmen yang dijunjung tinggi oleh YPCU bersama seluruh lembaga pendidikan di bawah naungannya, termasuk Unitomo, SMA & SMP Dr. Soetomo, dan SMK Unitomo.
Selain melaksanakan tes urine secara rutin, kampus juga gencar melakukan sosialisasi anti-narkoba kepada para mahasiswa.
“Kami bekerja sama dengan BNN dan Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Jatim untuk memberikan edukasi secara berkelanjutan. Sosialisasi bahaya narkoba juga disampaikan ke mahasiswa, untuk meningkatkan kesadaran mereka akan bahaya narkoba yang mengintai,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Etik Unitomo, Dr. Noenik Soekorini, SH, MH, turut mengapresiasi langkah ini dan menyatakan bahwa tes urine adalah salah satu upaya strategis untuk mencapai visi Unitomo sebagai kampus bebas narkoba.
“Kami di Komisi Etik sudah menjadwalkan program tes ini secara berkala. Jika saat ini diikuti oleh para dosen dan tenaga kependidikan, ke depannya mahasiswa juga akan dijadwalkan untuk ikut tes. Harapannya, Unitomo bisa menjadi lingkungan yang sehat, nyaman, dan aman, bebas dari pengaruh narkoba,” tegas Dr. Noenik.
Unitomo berharap upaya-upaya ini dapat menjadi inspirasi bagi kampus lain untuk turut serta aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, menciptakan generasi muda yang sehat dan jauh dari narkoba.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa institusi pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah untuk Indonesia bebas narkoba.






