Daerah  

Halal Bihalal Warga Jambu Kidul Berlangsung Meriah, Tradisi 40 Tahun yang Tetap Lestari 

PATI – Tradisi halal bihalal masyarakat Dukuh Jambu Kidul, Desa Sirahan, kembali digelar pada Rabu (2/4/2025), bertepatan dengan hari ketiga Lebaran. Acara yang telah berlangsung selama 40 tahun ini semakin meriah dengan hadirnya Ustadzah Asna Dzorufa, finalis program Aksi Indosiar, serta penampilan grup rebana viral Assyiqos Sholawat dari Kabupaten Pati. 
‎ 
‎Kegiatan yang awalnya hanya berupa mushafahah antarwarga kini berkembang dengan berbagai rangkaian acara, termasuk tahlil, tausiah, dan hiburan religi. Tahun ini, tidak hanya warga Dukuh Jambu Kidul yang hadir, tetapi juga masyarakat dari dukuh lain yang turut serta dalam silaturahmi akbar ini. 
‎ 
Sejarah dan Tujuan Acara 
‎Tradisi halal bihalal ini pertama kali diinisiasi oleh almarhum Kyai Ahmad Syafiq, takmir Musholla Darun Najah, pada tahun 1985. Hingga kini, kegiatan ini terus dilestarikan oleh masyarakat sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan. 
‎ 
‎Salah satu tokoh masyarakat, Bapak Masud, menegaskan bahwa acara ini telah menjadi bagian dari identitas warga Jambu Kidul. “Selama 40 tahun, tradisi ini tetap dijaga. Ini bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi juga wujud kebersamaan yang diwariskan turun-temurun,” ujarnya. 
‎ 
Sambutan dan Harapan Tokoh Masyarakat
‎Dalam kesempatan tersebut, K. Ahmad Anshori, sebagai perwakilan masyarakat, mengapresiasi semangat warga yang terus menjaga tradisi ini. Ia juga mengusulkan adanya tambahan kegiatan seperti santunan bagi yatim dan dhuafa agar acara semakin bermanfaat bagi masyarakat. 
‎ 
‎Kepala Desa Sirahan, M. Sutiyono, turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada warga yang terus menjaga tradisi halal bihalal ini. Ia menekankan bahwa acara ini menjadi wadah penting dalam memperkuat kerukunan, kekompakan, dan kondusivitas lingkungan. Sutiyono juga mengapresiasi peran tokoh-tokoh masyarakat dalam membina generasi muda agar terus melanjutkan tradisi baik ini. 
‎ 
‎Ketua panitia, Ahmad Akhidz, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan penuh masyarakat dalam penyelenggaraan acara ini. Ia menilai sistem kaderisasi yang diterapkan di Dukuh Jambu Kidul sebagai sesuatu yang luar biasa, karena memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga tradisi. 
‎ 
‎Dengan semakin berkembangnya konsep acara dari tahun ke tahun, diharapkan tradisi halal bihalal ini dapat terus lestari dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

(Fuad)