Perjalanan Prof. Anwar, Alumni Unusa yang Kini Jadi Kolonel dan Guru Besar

SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) patut berbangga. Salah satu alumninya berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyandang dua gelar doktor sekaligus berpangkat Kolonel di TNI Angkatan Laut (AL). Sosok inspiratif itu adalah Kolonel Laut (K) Prof. Dr. Anwar Kurniadi, S.Kep., M.Kep., yang kini juga menyandang status guru besar.

Prof. Anwar merupakan lulusan D3 Akademi Keperawatan Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Akper Yarsis) – kini bagian dari Unusa – tahun 1990. Usai lulus, ia memulai karier keperawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya selama delapan bulan. Kinerja apiknya menarik perhatian atasannya yang kemudian menyarankan agar ia melanjutkan karier sebagai PNS atau bergabung dengan TNI AL.

“Saya disarankan Mbak Nani, senior saya di Akper yang juga Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), untuk masuk AL. Katanya, paling digembleng sebentar,” ujarnya sambil tertawa mengenang masa lalu.

Meski sempat gagal dalam percobaan pertama, tekad kuat membawanya lulus pada percobaan kedua masuk TNI AL. Ia pun menempuh pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil) Magelang dan dilantik sebagai Letnan Dua pada 1993. Tugas pertamanya dijalani di Ambon, kemudian di Maluku Tenggara sebagai bagian dari satuan tugas (Satgas) selama 3,5 tahun.

Setelah itu, ia melanjutkan studi S1 Keperawatan di Universitas Indonesia (UI) sambil mengajar di Sekolah Kesehatan Angkatan Laut (Sekesal). Sekitar tahun 1997–1998, ia ditugaskan ke Timor Timur, lalu kembali ke Jakarta untuk menempuh pendidikan S2 di UI. “Alhamdulillah, saya lulus cumlaude tahun 2000,” kenangnya.

Tak berhenti sampai di situ, dorongan untuk terus belajar membuat Prof. Anwar melanjutkan studi doktoral. Meski sempat gagal mendapatkan beasiswa S3 di UI sebanyak tiga kali, ia tak menyerah. Berkat dukungan komandannya, ia menempuh S3 Manajemen Bencana di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Tak disangka, ia juga lolos beasiswa S3 Manajemen Keperawatan di UI pada saat bersamaan.

“Jadi saya jalani keduanya. Otak ini rasanya membara karena tidak pernah berhenti berpikir,” ungkap pria kelahiran Mojokerto itu. Kedua gelar doktor tersebut berhasil ia raih sekitar tahun 2006.

Meski sempat ditawari lagi untuk melanjutkan S3 di Australia, ia menolaknya. “Saya sudah cukup lelah dan ingin fokus ke karier militer serta pengabdian di dunia pendidikan,” ujar ayah tiga anak itu.

Kini, Prof. Anwar menjabat sebagai Kepala Departemen Keperawatan dan Komite Keperawatan di TNI AL. Ia juga aktif mengajar sebagai dosen manajemen bencana di Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN), serta dosen keperawatan di Universitas Indonesia Maju. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi Kepala Program Studi Keperawatan di Universitas Nasional.

Dengan gelar akademik dan jabatan yang mentereng, Prof. Anwar tetap dikenal rendah hati dan senang berbagi ilmu. “Bagi saya, ilmu akan sia-sia jika tidak dibagikan,” pungkasnya.