BANGKA – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka, Ir. Meina Lina melantik Ketua beserta anggota relawan Sibat Kecamatan Riau Silip pada hari Selasa (29/07/2025).
SIBAT adalah Siaga Bencana Berbasis Masyarakat. Ini merupakan program yang dibentuk dan dilaksanakan oleh PMI Bangka yang akan ada di seluruh Kecamatan di Kabupaten Bangka.
Menurut Kabid Komunikasi dan Informasi PMI Bangka, Boy Yandra, SKM, MPH, Sibat ini adalah sistem informasi yang dirancang untuk memantau dan mengelola bencana alam di Indonesia.
Dalam siaran pers nya, Boy Yandra mengatakan bahwa tujuan dibentuknya Sibat di semua kecamatan adalah :
1. Untuk dapat meningkatkan kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam memantau dan mengelola bencana alam.
2. Untuk dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam.
3. Untuk dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam penanggulangan bencana alam.
Sedangkan manfaat dilantiknya pengurus Sibat ini adalah :
1. Untuk dapat memantau dan memprediksi bencana alam secara lebih akurat.
2. Untuk dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam penanggulangan bencana.
3. Untuk dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam
4. Untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lain dalam penanggulangan bencana alam.
Sementara itu, Ketua PMI Bangka, Ir. Meina Lina berujar bahwa program Sibat ini sangat penting dibentuk untuk melatih dan memberdayakan masyarakat agar lebih siap menghadapi bencana.
Sibat merupakan bagian penting dari upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Bangka, karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses kesiapsiagaan dan tanggap darurat.
Ia juga berharap kepada relawan yang dilantik pada hari ini agar benar – benar dapat bekerja maksimal untuk membantu Pemkab Bangka dalam hal memetakan dan mengelola bencana alam.
“Alhamdulillah hari ini saya selaku ketua PMI Bangka melantik relawan Sibat di Kecamatan Riau Silip. Program ini sangat penting untuk dapat mengelola bencana alam agar dampaknya bisa diatasi. Sampai hari ini sudah ada 5 Kecamatan yang terbentuk dan Insya Allah akan dibentuk di setiap Kecamatan,” ujar Meina Lina





