Daerah  

Meski Bahaya Mengintai, Warga Kota Besi Tetap Lestarikan Budaya Mandi Safar

KOTIM – Ratusan warga Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Mandi Safar. Sebuah tradisi yang digelar setiap tahun, tradisi Mandi Safar yang dilaksanakan di Sungai mentaya tersebut tetap semarak meski di tengah kekhawatiran serangan buaya.

Rusmiati salah seorang warga Kota Besi mengatakan, meski ada Kekhawatiran akan kemunculan buaya pada saat Mandi Safar. Namun tidak mengurangi semangat warga untuk tetap melakukan tradisi yang dianggap dapat menolak bala.

“Tradisi ini merupakan ritual tolak bala dan permohonan keselamatan kepada Allah SWT. Kami percaya bahwa dengan melakukan Mandi Safar, kami dapat terhindar dari berbagai macam marabahaya, penyakit, dan fitnah,” ungkap Rusmiati pada Rabu ( 20/8/2025).

Menurutnya, dengan mandi bersama di sungai sambil memanjatkan doa, mereka dapat membersihkan diri hal-hal energi negatif dan malapetaka terutama terhindar dari serangan buaya.

“Ritual Mandi Safar ini sudah dilakukan secara turun-temurun, dan menjadi salah satu bentuk nyata kearifan lokal di Kota Besi,” tutup Rusmiati