SURABAYA – Cara lama dalam menangani stunting dinilai tak lagi cukup. Karena itu, Program Pelindo Tanpa Balita Stunting (PELITA) hadir dengan strategi berbeda: bukan sekadar menggelar posyandu atau pemeriksaan massal, melainkan turun langsung ke rumah-rumah balita melalui program home visit.
Langkah ini terbukti efektif. Setelah berhasil menekan angka stunting di Kecamatan Krembangan, kini giliran Kecamatan Semampir yang menjadi fokus. Empat kelurahan, yakni Sidotopo, Pegirian, Sawah Pulo, dan Wonokusumo, masuk dalam radar program yang digagas oleh PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Sub Holding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), RS PHC, serta Kecamatan Semampir.
Setiap tiga bulan sekali, tim gabungan mendatangi rumah balita stunting. Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian dari kegiatan, tetapi yang utama adalah mencari akar persoalan, mulai dari pola makan, sanitasi, hingga pola pengasuhan keluarga.
“Home visit adalah jantung dari Program PELITA. Dengan kunjungan rumah, kami bisa melihat langsung masalah yang ada dan mendampingi keluarga agar anak tumbuh sehat sesuai tahap perkembangannya,” jelas Erika A. Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS.
Tak hanya pemeriksaan, tim juga rutin memberikan vitamin, susu, serta kudapan bergizi. Orang tua turut mendapatkan edukasi mengenai gizi seimbang dan pentingnya stimulasi dini. Pendekatan ini dinilai lebih personal sekaligus tepat sasaran.
Menurut dr. Gery dari Puskesmas Semampir, metode ini membawa perubahan nyata. “Kami tidak hanya ingin melihat angka turun, tapi memastikan setiap anak benar-benar mendapat perhatian. Melalui home visit, kami bisa membekali orang tua dengan informasi dan keterampilan untuk menciptakan lingkungan yang sehat,” ujarnya.
Hingga Agustus 2025, tercatat 20 balita di Semampir menjadi peserta program. Jumlahnya memang belum besar, namun setiap kunjungan meninggalkan dampak signifikan bagi keluarga.
Pekan lalu, Program PELITA resmi ditutup melalui acara evaluasi di RS PHC Surabaya. Dari hasil tersebut terlihat, stunting tidak hanya bisa diatasi dengan intervensi medis, tetapi juga dengan pendekatan humanis yang menyentuh langsung kehidupan keluarga.





