BANGKA – Pada hari Rabu (10/09/2025), Panitia Penerima Dan Penyaluran Dana Kompensasi Serta Pembongkaran Kapal Isap Produksi (KIP) Perairan Air Kantung, Sungailiat, menyalurkan dana kompensasi kepada ribuan nelayan di pesisir Kecamatan Sungailiat.
Nelayan yang mendapatkan dana kompensasi tersebut merupakan gabungan dari 8 lingkungan pesisir dari 3 Kelurahan yang berbeda, yaitu Lingkungan Jalan Laut, Kampung Pasir, A. Yani Air Hanyut, Nelayan 1, Nelayan 2, Air Kantung, Parit Pekir dan Rambak.
M. Sabil, selaku Ketua Panitia KIP Air Kantung, saat ditemui wartawan indonesiakini.id di Bank BRI unit Kota Sungailiat, saat acara penyerahan uang mengatakan bahwa, dana kompensasi yang dibagikan hari ini adalah dana kompensasi semester ke 2 tahun 2025. Dana didapat dari total produksi semua KIP Mitra PT. Timah yang beroperasi di Perairan Air Kantung selama produksi bulan Maret 2025 sampai produksi bulan Agustus 2025.
“Alhamdulillah hari ini kami membagikan dana kompensasi tepat waktu dan sesuai janji kami kepada nelayan aktif dan warga lainnya yang dianggap layak di 8 Lingkungan pesisir. Tiap nelayan aktif yang terdata akan mendapatkan 430 ribu rupiah, sedangkan warga lain yang layak tetapi bukan nelayan, seperti janda nelayan, mantan nelayan, warga fakir miskin, warga cacat, dll, jumlahnya disesuaikan dengan jumlah penerima disetiap lingkungan,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa sebelum dilakukan pembagian hari ini, panitia sudah menentukan orang yang bertugas untuk mendata nelayan aktif. Setelah data terkumpul, panitia KIP juga memverifikasi data tersebut dengan menggunakan konsultan dari nelayan aktif.
“Kita sudah bekerja lebih kurang 2 bulan untuk pembagian kompensasi ini. Pendata yang kami tunjuk sudah mendata sesuai SOP yang kami tentukan. Komunikasi terus kami lakukan dengan harapan pendataan ini tepat sasaran kepada nelayan aktif. Setelah data masuk, kami terjunkan team konsultan nelayan yang memverifikasi data sehingga tepat sasaran,” urai M. Sabil
Sementara itu, ditempat yang sama, Alfisyah Arsyad atau biasa di sapa Icha, Ketua RT 08 Parit Pekir yang juga diberikan mandat sebagai salah seorang pendata mengatakan bahwa, mereka bekerja sesuai dengan SOP yang ada dan diawasi dengan ketat oleh konsultan nelayan dan panitia KIP Air Kantung.
Ini dilakukan agar data yang di dapat benar – benar akurat dan sesuai dengan kondisi asli pekerjaan masyarakat saat ini.
“Panitia KIP Air Kantung sangat profesional. Pendata yang ditunjuk adalah RT setempat, dimana nelayan tersebut berada. Kebijakan ini sangat bagus, karena yang tau persis data warga dan aktifitas warga adalah RT setempat, dengan begitu data Insya Allah tepat sasaran,” jelas Icha.
Icha juga menyampaikan bahwa semua pendata bekerja maksimal, ia dan teman – teman pendata lainnya benar – benar bekerja dari rumah ke rumah untuk memastikan semua warga yang berprofesi nelayan terdata.





