KOTIM – Pengendara yang melintas di simpang empat lampu merah Tidar, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang sempit dan berlubang.
“Sudah lebih dari enam bulan lubang yang berada di perempatan lampu merah Tidar ini belum juga ada upaya perbaikan dari pemerintah,” ungkap (SA) salah seorang warga yang tinggal di Tidar pada Sabtu (13/09/2025).
Menurutnya, jalan Tidar merupakan salah satu jalan yang padat lalulintas, mengingat Tidar merupakan kawasan pemukiman yang padat penduduk.
“Jalan ini padat lalulintas, apalagi di jam kerja dan sekolah, karena salah satu akses menuju perumahan,” ujarnya
Selain itu, kondisi jalan yang sempit sangat membahayakan bagi dirinya serta pengguna jalan lain. Ia khawatirkan jika pemerintah lambat melakukan perbaikan, tidak menutup kemungkinan akan ada korban jiwa.
Apa lagi lanjutnya, infrastruktur jalan mempunyai peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta peningkatan ekonomi masyarakat. Seharusnya infrastruktur jalan harus dijaga kualitasnya, dan dilakukan pemeliharaan secara rutin.
“seharusnya pemerintah melalui instansi teknis melakukan perawatan secara rutin terhadap kerusakan jalan untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalulintas,” tambahnya
Ia berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait agar cepat melakukan perbaikan di jalan tersebut.
“Kami berharap dinas terkait bisa melakukan perbaikan pada jalan tersebut, karena beberapa kali pengguna jalan yang melintas di jalan ini mengalami kecelakaan akibat jalan yang berlubang,” tutup (SA).
(Pur/Ik).




