Daerah  

FKUB KATINGAN KUNJUNGAN STUDI TIRU KE KOTA TOLERANSI “SINGKAWANG”

SINGKAWANG (KOTA TOLERANSI) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Katingan melakukan kunjungan Studi Tiru ke kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat.

Dipilihnya Kota Singkawang untuk kunjungan Kaji Tiru karena dalam penilaian indikator termasuk Kota Toleran dimana moderasi umat beragama serta toleransi sangat tinggi, tidak pernah terjadi gejolak yang membahayakan atau melecehkan agama lain, adanya komunikasi yang baik hidup dalam berdampingan antar beda agama di Kota Singkawang.

Rombongan berangkat pada hari Senin pagi tanggal  15 Desember 2025 dan tiba di Singkawang pada malam hari berikutnya pukul 22.00 WIB. Perjalanan dengan bis Pemkab Katingan selama dua hari  menempuh jarak sekitar 1.098 km.

 

Disambut di Kantor Walikota

Rombongan diterima oleh Pemkot Singkawang pada hari Rabu pagi (17/12)  di Kantor Walikota Singkawang bersama FKUB Kota Singkawang, Badan Kesbangpol, Lembaga Agama dan Lembaga Adat Kota Singkawang.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yulianus Anus mengapresiasi kepercayaan FKUB Katingan yang memilih Singkawang sebagai lokasi kaji tiru. Ia menegaskan,  toleransi yang terbangun di Singkawang bukanlah proses instan, melainkan hasil komitmen jangka panjang antara pemerintah dan masyarakat.

“Toleransi di Singkawang ini telah melalui proses panjang, dengan banyak upaya yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yulianus, komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghormati menjadi kunci utama menjaga harmoni di tengah keberagaman etnis dan agama. Ia menyebutkan, perbedaan justru dijadikan ruang pembelajaran bersama untuk menekan potensi ego kelompok.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Singkawang, Zulhiar, menambahkan bahwa dalam satu hingga dua tahun terakhir Singkawang kerap menjadi tujuan studi tiru dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas kunjungan berkaitan dengan isu toleransi, kerukunan sosial, dan pengelolaan keberagaman.

Singkawang Kota Toleransi

Sementara itu, Ketua FKUB Katingan, Edi Rahmat Sosiawan, mengatakan Singkawang dipilih karena reputasinya di tingkat nasional sebagai kota yang berhasil mengelola keberagaman. Menurutnya, pembelajaran langsung di lapangan menjadi referensi penting bagi penguatan kerukunan umat beragama di Kabupaten Katingan.

“Kami melihat langsung bagaimana keberagaman dikelola secara nyata di Singkawang. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya.

Edi menambahkan, FKUB Katingan ingin mempelajari pola komunikasi lintas agama yang dibangun secara konsisten di Singkawang untuk kemudian diadaptasi sesuai karakter sosial masyarakat Katingan.

“Meski kondisi sosial dan etnis berbeda, praktik baik dari Singkawang bisa menjadi inspirasi. Harapannya, Katingan juga semakin kuat sebagai daerah yang rukun dan toleran,” ujar Edi yang ditutup dengan Salam FKUB !!! Rukun… Rukun… Rukun.

Adapun kegiatan FKUB Kabupaten Katingan tahun 2025 antara lain  menggelar Kemah Pelajar Lintas Agama se-Kabupaten Katingan, Doa Kebangsaan Lintas Agama, Pembentukan FKUB Tingkat Kecamatan di 13 Kecamatan dan Sosialisasi Moderasi Beragama  serta bekerja sama dengan universitas/sekolah tinggi mencanangkan Desa Moderasi di Kabupaten Katingan.

 

(Mely-Kabiro Katingan)