Dominasi Sektor Energi: Prajogo Pangestu Tetap Paling Tajir di Indonesia, Diikuti Raja Batu Bara
Pada awal tahun 2026, lanskap kekayaan orang terkaya di Indonesia masih didominasi oleh figur-figur dari sektor energi. Prajogo Pangestu kembali mengukuhkan posisinya sebagai individu paling makmur di tanah air, dengan nilai kekayaan bersih yang mengesankan. Data terbaru menunjukkan bahwa kekayaannya mencapai US$36,3 miliar, menempatkannya di peringkat ke-58 orang terkaya di dunia.
Posisi kedua ditempati oleh Low Tuck Kwong, sosok yang identik dengan industri batu bara. Dengan kekayaan bersih US$24,1 miliar, Low Tuck Kwong kini bertengger di urutan ke-97 orang terkaya global. Forbes mencatat bahwa Low Tuck Kwong adalah pendiri perusahaan pertambangan batu bara terkemuka, Bayan Resources. Jangkauan bisnisnya tidak berhenti di situ; ia juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan asal Singapura, Metis Energy, serta memiliki saham signifikan di The Farrer Park Company dan Samindo Resources.
Fenomena dominasi sektor energi, khususnya batu bara, dalam daftar orang terkaya Indonesia tahun 2025 semakin terlihat jelas. Selain Low Tuck Kwong, nama Dewi Kam muncul sebagai salah satu pemegang kekayaan terbesar yang terafiliasi dengan Bayan Resources. Ia menempati peringkat ke-17 orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan bersih US$4,3 miliar. Forbes mengonfirmasi bahwa sebagian besar sumber kekayaan Dewi Kam berasal dari kepemilikannya di PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).
Lebih mendalam mengenai keterkaitan Dewi Kam dengan BYAN, data dari Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap bahwa Dewi Kam memegang 99,56% saham di PT Sumber Suryadaya Prima. Entitas inilah yang tercatat memiliki 10% saham di BYAN hingga akhir September 2025.
Jaringan Kekayaan dari Bayan Resources
Keterkaitan dengan Bayan Resources tidak hanya berhenti pada Low Tuck Kwong dan Dewi Kam. Terdapat setidaknya dua nama lain yang turut menghiasi daftar orang terkaya Indonesia tahun 2025 dan memiliki afiliasi kuat dengan perusahaan ini, yaitu Jenny Quantero, Engki Wibowo, serta Lim Chai Hock.
-
Jenny Quantero dan Engki Wibowo
Pasangan ini menempati posisi ke-41 dalam daftar orang terkaya Indonesia, dengan nilai kekayaan bersih masing-masing sebesar US$1,4 miliar. Forbes mencatat peran penting mereka dalam membantu Low Tuck Kwong mendirikan Bayan Resources pada tahun 2004. Perusahaan ini kemudian berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008, menandai langkah strategis dalam ekspansinya. -
Lim Chai Hock
Dengan nilai kekayaan bersih US$1,3 miliar, Lim Chai Hock menduduki peringkat ke-43 dalam daftar orang terkaya di Indonesia pada tahun 2025. Peranannya sebagai salah satu pendiri Bayan Resources diakui, dan hingga kini ia masih mengisi sejumlah kursi penting dalam jajaran direksi grup perusahaan tersebut.
Dinasti Bisnis Djarum dan Keluarga Tahir
Sementara sektor energi mendominasi puncak daftar, dinasti bisnis Grup Djarum, R. Budi Hartono dan Michael Hartono, tetap kokoh berada di posisi teratas. Keduanya menempati posisi ketiga dan keempat dengan kekayaan bersih yang saling berdekatan.
-
R. Budi Hartono
Memiliki nilai kekayaan bersih mencapai US$21,7 miliar, Budi Hartono terus menunjukkan kekuatan finansialnya. -
Michael Hartono
Saudaranya, Michael Hartono, menyusul di posisi keempat dengan kekayaan bersih sebesar US$20,8 miliar.
Melengkapi lima besar orang terkaya di Indonesia hingga awal tahun 2026 adalah keluarga Tahir. Dengan nilai kekayaan bersih US$10,8 miliar, keluarga ini menunjukkan pertumbuhan dan stabilitas dalam portofolio kekayaan mereka. Keberadaan mereka di posisi kelima menegaskan diversifikasi sumber kekayaan di kalangan elit bisnis Indonesia, yang tidak hanya terpaku pada satu sektor saja.
Pergerakan pasar dan dinamika bisnis global terus memengaruhi peringkat kekayaan individu. Namun, untuk saat ini, para taipan dari sektor energi dan konglomerat besar seperti Grup Djarum dan keluarga Tahir masih menjadi pemain utama dalam menentukan siapa yang terkaya di Indonesia.





