, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif 10% dan akan meningkat menjadi 25% kepada sekutunya sendiri di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) karena isu Greenland.
Aksi sepihak Trump itu langsung mendapat penolakan yang kuat dari negara-negara Eropa. Presiden Prancis Emmanuel Macron misalnya dalam unggahan di X, menekankan bahwa komitmen Prancis mendukung kedaulatan setiap negara.
Hal ini berlaku untuk kasus Ukraina yang sekarang sedang menghadapi invasi Rusia dan Greenland yang sedang coba dianeksasi oleh Donald Trump.
“Ancaman tarif tidak diterima dan tidak memiliki tempat dalam konteks ini,” tegas Macron dalam unggahan tersebut.
Senada dengan Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sangat menyayangkan keputusan Trump. Kendati demikian, dia menekankan bahwa posisi Inggris terhadap kasus Greenland sudah sangat jelas. “Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark dan masa depannya urusan Denmark dan penduduk Greenland.”
Starmer menegaskan bahwa kebijakan Trump yang mengenakan tarif kepada sekutunya sendiri adalah tindakan yang salah. “Tentu kami akan membahas masalah ini dengan pemerintah AS,” ujarnya di akun X resminya.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Presiden Komite Uni Eropa Ursula von der Leyen yang menyebut bahwa kebijakan tarif Trump kepada 8 negara Eropa berpotensi merusak hubungan transatlantik yang selama ini sudah terjalin.
“Eropa akan tetap bersatu, terkoordinasi dan berkomitmen menjunjung tinggi kedaulatannya.”
Trump Kenakan Tarif
Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengenakan tarif sebesar 10% terhadap sejumlah negara Eropa yang diketahui mengirimkan personel militer ke wilayah Greenland.
Trump bahkan mengancam akan menaikkan tarif menjadi 25% pada 1 Juni 2026.
Melansir laman X resmi Gedung Putih yang mengunggah pernyataan resmi Trump di Truth Social, negara Eropa yang dikenakan tarif sebesar 10% antara lain Denmark, Inggris, Belanda, Swedia, Jerman, Finlandia, Norwegia, dan Prancis.
Dalam unggahan tersebut, Trump menyebut bahwa aksi negara Eropa yang mengirimkan pasukannya tanpa tujuan yang jelas ke Greenland, sangat berbahaya bagi keamanan dunia.
“Semua negara yang disebutkan, akan dikenakan tarif 10% terhadap semua barang yang dikirim ke AS. Pada Juni 2026, tarif akan dinaikkan menjadi 25%,” demikian pernyataan Trump yang diunggah oleh akun resmi Gedung Putih, dikutip Minggu (18/1/2026).
Isu Greenland telah menjadi perhatian serius banyak pihak. Trump sendiri telah berulangkali mengungkapkan keinginannya untuk mengambil alih wilayah di kawasan Arktik itu dari Denmark dengan dalih menjaga keamanan nasional.
Rencana Trump itu ditentang negara-negara Eropa. Prancis, Inggris, hingga Denmark bahkan mengirimkan pasukan ke Greenland.
Adapun pernyataan Trump yang mengenakan tarif kepada 8 negara Eropa tersebut juga mendapat sorotan dari sejumlah media di benua biru. BBC, The Guardian, hingga France24 juga memberitakan pernyataan Trump tersebut.
Adapun Trump dalam akhir pernyataannya, tetap membuka ruang negosiasi bagi negara-negara yang dikenakan tarif akibat aksi yang menurutnya berbahaya di Greenland.
“Sekarang, setelah berabad-abad, saatnya bagi Denmark untuk mengembalikannya — Perdamaian Dunia dipertaruhkan! China & Rusia menginginkan Greenland, dan tidak ada yang bisa dilakukan Denmark untuk mencegahnya… Amerika Serikat segera terbuka untuk bernegosiasi dengan Denmark dan/atau negara-negara tersebut…”






