Danrem Tinjau KDMP Ongkaw Dua, Susan Harap Dukungan Pemda

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Ongkaw Dua: Pilar Ekonomi Kerakyatan dan Pelestarian Sejarah

Pembangunan fisik Kantor Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Ongkaw Dua, yang berlokasi di Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara, telah menunjukkan kemajuan signifikan. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa, tetapi juga mengintegrasikan pelestarian warisan sejarah.

Kunjungan dan Dukungan Penuh

Pangdam XIII/Merdeka, yang diwakili oleh Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip S.H., M.H., beserta jajarannya, telah melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan KDMP Ongkaw Dua pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kunjungan ini menegaskan komitmen terhadap pengembangan ekonomi masyarakat desa.

Ketua KDMP Ongkaw Dua, Susan Lydia Lumi, menjelaskan bahwa peninjauan tersebut mencakup pembangunan fisik kantor, gerai, dan fasilitas pergudangan. “Pak Danrem melakukan kunjungan dalam rangka evaluasi perkembangan pembangunan fisik KDMP Ongkaw Dua. Beliau menginstruksikan agar ini diselesaikan secepatnya,” ujar Susan melalui sambungan telepon. Instruksi ini menjadi dorongan kuat untuk menyelesaikan proyek sesuai target waktu yang ditetapkan.

Keunikan KDMP Ongkaw Dua: Kepemilikan Komunal dan Inklusivitas

Salah satu aspek yang membuat KDMP Ongkaw Dua patut diperhitungkan adalah struktur keanggotaannya yang unik. Susan Lydia Lumi menyoroti bahwa 100 persen Kepala Keluarga (KK) di Desa Ongkaw Dua tercatat sebagai anggota koperasi. Hal ini berarti seluruh aset dan kegiatan usaha yang dijalankan oleh koperasi sepenuhnya menjadi milik bersama seluruh masyarakat desa. Pendekatan ini sangat sesuai dengan prinsip ekonomi kerakyatan yang menekankan partisipasi dan kepemilikan kolektif.

“Kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk menyelesaikan pembangunan dan memastikan koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan,” tambah Susan. Dengan partisipasi penuh dari seluruh warga desa, pengelolaan koperasi diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang merata.

Peran Koperasi dalam Kemandirian Ekonomi dan Pembangunan Nasional

Dalam kunjungannya, Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip tidak hanya meninjau progres fisik, tetapi juga berdialog mendalam dengan pengurus koperasi. Diskusi tersebut difokuskan pada peran strategis koperasi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa dan bagaimana koperasi dapat berkontribusi secara signifikan terhadap program pembangunan nasional.

Pembangunan kawasan KDMP Ongkaw Dua, yang meliputi kantor, gerai, dan pergudangan, dirancang untuk menjadi pusat pelayanan koperasi yang komprehensif. Fasilitas ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa secara keseluruhan. Dengan demikian, KDMP Ongkaw Dua berpotensi menjadi model bagi pengembangan ekonomi desa di wilayah lain.

Susan Lydia Lumi mengaitkan tujuan pembangunan KDMP dengan poin keenam dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu “membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.” Koperasi ini menjadi wujud nyata dari visi tersebut, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dari tingkat akar rumput.

Dukungan Anggaran dan Pelestarian Tugu AG Lembong

Untuk memastikan keberlanjutan dan optimalisasi fungsi KDMP Ongkaw Dua, Susan Lydia Lumi berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten Minsel. Dukungan ini sangat krusial, terutama untuk upaya pelestarian Tugu AG Lembong yang berlokasi di halaman kompleks KDMP.

“Pembangunan KDMP sebagai fasilitas usaha beriringan dengan pelestarian Tugu AG Lembong,” tegas Susan. Integrasi antara pengembangan ekonomi dan pelestarian sejarah menjadi salah satu keunggulan tersendiri dari proyek ini.

Tugu AG Lembong sendiri memiliki nilai sejarah yang penting. Adolf Gustaaf (AG) Lembong (19 Oktober 1920 – 23 Januari 1950) adalah seorang perwira militer Indonesia berpangkat Letnan Kolonel yang memiliki peran dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Menjadikan kawasan ini sebagai pusat kegiatan ekonomi sekaligus situs bersejarah yang terawat, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan menjadi daya tarik tersendiri.

Perjuangan Menjadikan AG Lembong sebagai Pahlawan Nasional

Lebih jauh lagi, Susan Lydia Lumi menyampaikan aspirasi untuk memperjuangkan AG Lembong agar diakui sebagai pahlawan nasional. “Ini juga kelebihan KDMP Ongkaw Dua, karena satu kawasan dengan Tugu AG Lembong ingin kami perjuangkan menjadi pahlawan nasional,” ungkap Susan. Upaya ini tidak hanya akan memberikan penghargaan yang layak bagi jasa-jasa AG Lembong, tetapi juga akan semakin memperkuat nilai historis dan edukatif dari kawasan KDMP Ongkaw Dua.

Dengan kombinasi antara pengembangan ekonomi kerakyatan yang inklusif, komitmen terhadap profesionalisme dan transparansi pengelolaan, serta upaya pelestarian warisan sejarah yang berharga, KDMP Ongkaw Dua berpotensi menjadi pusat keunggulan yang memberikan dampak positif signifikan bagi masyarakat Minahasa Selatan dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *