Pusat Perdagangan Ikan Segar Gorontalo Dipadati Pemburu Hasil Laut
Gorontalo – Suasana riuh rendah menyelimuti Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, pada Minggu (18/1/2026). Sejak fajar menyingsing, kawasan pesisir ini telah menjadi magnet bagi warga dari Kota Gorontalo maupun daerah sekitarnya, semua memiliki satu tujuan mulia: mendapatkan ikan segar berkualitas langsung dari tangan nelayan.
Hiruk pikuk aktivitas terlihat jelas. Kendaraan hilir mudik keluar masuk area pelelangan, sementara ribuan warga memadati setiap sudut, menciptakan pemandangan pasar rakyat yang hidup. Suara tawar-menawar antara pembeli dan pedagang, serta teriakan nelayan yang menawarkan hasil tangkapan mereka, berpadu harmonis menciptakan simfoni kehidupan maritim. Aroma khas laut bercampur dengan kesegaran ikan yang baru saja naik dari perairan, menggoda indra penciuman siapa pun yang melintas.
Di tengah keramaian ini, para pedagang tak henti-hentinya meyakinkan para calon pembeli akan kualitas dan kesegaran ikan yang mereka jajakan. Berbagai jenis ikan segar tersaji, mulai dari yang berukuran kecil hingga besar, semuanya adalah hasil tangkapan para nelayan lokal yang berjuang di lautan.
Daftar Harga Ikan di TPI Tenda, Minggu (18/1/2026)
Salah satu lapak yang paling banyak diserbu pembeli adalah milik Idrus Molangga. Dengan ramah, Idrus melayani setiap pertanyaan dan permintaan pembeli, sembari menjelaskan kondisi harga ikan yang menurutnya mengalami sedikit kenaikan. “Harganya memang lumayan, ada yang mulai dari Rp30 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram,” ungkapnya sambil menunjuk dagangannya.
Idrus merinci variasi harga untuk jenis-jenis ikan yang ia tawarkan:
* Ikan Oci: Rp30.000 per kilogram.
* Lolosi Besar: Rp45.000 per kilogram.
* Lolosi Ukuran Sedang: Rp40.000 per kilogram.
* Lolosi Ukuran Kecil: Rp35.000 per kilogram.
* Ikan Kodi-kodi: Rp25.000 per kilogram.
* Ikan Ekor Kuning: Rp25.000 per kilogram.
* Ikan Lajang: Rp35.000 per kilogram.
Menurut Idrus, jenis ikan lajang menjadi primadona yang paling diburu. “Ikan lajang tadi memang ada, tapi sudah cepat sekali habis pagi tadi. Harganya Rp35 ribu per kilogram,” tuturnya.
Kekecewaan Pemburu Ikan Lajang
Fenomena cepat habisnya ikan lajang ini juga dirasakan oleh Miyanti, seorang warga Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Ia mengungkapkan rasa sesalnya karena datang agak terlambat ke TPI. “Seharusnya datang lebih pagi agar sempat dapat ikan lajang,” keluhnya.
Miyanti mengaku rutin mengunjungi TPI Tenda setiap hari Minggu, dengan tujuan utama untuk membeli ikan lajang. Namun, karena kehabisan stok, ia terpaksa mengalihkan perhatian untuk mencari jenis ikan lain. “Ya, terpaksa cari ikan lain saja kalau lajang tidak ada,” ujarnya pasrah.
Meski demikian, harapan tetap ada. Miyanti masih terlihat berkeliling ke lapak-lapak pedagang lain, berharap menemukan sisa ikan lajang yang mungkin belum terjual. Semangatnya sama dengan banyak pembeli lain yang masih bertahan di tengah lautan manusia dan aktivitas jual beli yang tak kunjung usai di TPI Tenda pada pagi itu. Kegigihan mereka menunjukkan betapa berharganya hasil laut segar bagi masyarakat Gorontalo.






