JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Rabu (4/2/2026) diprediksi akan terus mengalami penguatan yang terbatas, dengan kemungkinan mencapai level 8.231. Hal ini terjadi di tengah indikator makroekonomi domestik yang menunjukkan adanya perbaikan.
Tim Analis Sinarmas Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG akan terus bergerak naik dengan menguji area resistance terdekat di level 8.167, sebelum menuju resistance berikutnya pada level 8.231. Meskipun demikian, pergerakan indeks masih cenderung terbatas, karena rating netral yang diberikan oleh analis. Hal ini disebabkan oleh pengaruh sentimen global yang belum sepenuhnya kondusif.
“Prediksi IHSG ke level resistance 8.231,” demikian disampaikan dalam riset tersebut, Rabu (4/2/2026).
Dari sisi makroekonomi domestik, beberapa indikator menunjukkan adanya peningkatan. Misalnya, Indeks PMI Manufaktur Indonesia pada Januari 2026 meningkat menjadi 52,6 dari sebelumnya 51,2. Angka ini menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur yang semakin solid. Namun, ada juga tekanan inflasi yang meningkat. Inflasi tahunan Indonesia pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55%, menjadi level tertinggi sejak Mei 2023.
Di sisi lain, sentimen global juga turut memengaruhi pasar. Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka tidak akan merilis laporan ketenagakerjaan untuk bulan Januari akibat keterbatasan pendanaan. Kehilangan data ini membuat pelaku pasar kehilangan salah satu indikator penting untuk membaca arah kebijakan The Fed.
Selain itu, sentimen global juga datang dari kebijakan Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA). RBA mengambil langkah berbeda dengan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 3,85%. Ini merupakan kenaikan pertama dalam dua tahun terakhir, mengingat pertumbuhan ekonomi yang dinilai lebih kuat dari perkiraan serta inflasi yang masih berada dalam batas kendali.
Untuk perdagangan harian, tim Analis Sinarmas Sekuritas merekomendasikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sebagai speculative buy dengan target harga antara 1.360 hingga 1.400. Sementara itu, saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) juga masuk dalam rekomendasi speculative buy dengan target harga 2.050–2.100.
Adapun untuk rekomendasi mingguan, saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) berada pada posisi hold. Selanjutnya, saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) direkomendasikan sebagai speculative buy dengan target harga 1.950–2.070. Sementara, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) direkomendasikan buy on weakness dengan target harga 1.700–1.790.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





