SURABAYA – Mengawali tahun 2026, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Batu pada 26–27 Februari 2026. Mengusung tema “Collaborative Transformation, Driving Sustainable Value Creation”, forum ini menjadi momentum strategis perusahaan dalam merumuskan arah bisnis dan penguatan kinerja ke depan.
Raker 2026 difokuskan pada evaluasi capaian tahun 2025, penguatan kolaborasi internal dan eksternal, serta penyusunan program kerja yang berorientasi pada penciptaan nilai secara berkelanjutan (sustainable value creation). Melalui forum tersebut, manajemen menegaskan komitmen untuk terus bertransformasi guna meningkatkan daya saing di tengah dinamika industri kepelabuhanan nasional maupun global.
Direktur Utama TTL, David P. Sirait, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi fase penting dalam perjalanan transformasi perusahaan. Pada periode tersebut, TTL memprioritaskan penguatan integrasi operasional dan sistem, penyelarasan standar layanan, serta pembangunan budaya kerja yang adaptif dan berorientasi pada kinerja.
“Evaluasi kinerja tahun 2025 menjadi pijakan penting untuk melangkah lebih progresif di tahun 2026. Sesuai tema Raker, kolaborasi adalah kunci utama untuk mendorong transformasi berkelanjutan dan menciptakan value creation yang mampu menjawab kebutuhan serta ekspektasi pengguna jasa,” ujarnya.
Memasuki 2026, TTL menargetkan arus petikemas sebesar 3.048.275 TEUs atau tumbuh 7,8 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Sejalan dengan target tersebut, perusahaan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dua digit yang didorong oleh peningkatan produktivitas bongkar muat, efisiensi operasional, serta penguatan layanan bernilai tambah bagi pelanggan.
Sejumlah fokus strategis ditetapkan pada tahun ini, di antaranya peningkatan produktivitas dan keandalan layanan, optimalisasi efisiensi operasional dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan (safety) dan kualitas layanan, serta penguatan transformasi dan port resilience guna memastikan keberlanjutan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
David menegaskan, keberhasilan transformasi tidak lepas dari peran sumber daya manusia sebagai motor penggerak utama. Kinerja perusahaan, menurutnya, tidak hanya diukur dari capaian operasional dan finansial, tetapi juga dari kontribusi sosial, komitmen terhadap keselamatan kerja, serta konsistensi dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.
“TTL optimistis dapat mencapai target 2026 melalui aksi-aksi strategis yang terukur. Konsolidasi internal dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder menjadi fondasi utama, disertai fokus pada layanan operasional yang mengutamakan keselamatan dan kebutuhan pengguna jasa,” tegasnya.
Raker 2026 juga menghadirkan sesi Customer Outlook 2026 sebagai ruang dialog terbuka antara manajemen dan pelanggan strategis. Dalam sesi tersebut dibahas proyeksi perdagangan tahun 2026, strategi bisnis pelanggan, ekspektasi terhadap layanan terminal, hingga peluang model kolaborasi untuk mendukung pertumbuhan bersama.
Meski berlangsung bertepatan dengan bulan Ramadan, pelaksanaan Raker tetap berjalan penuh semangat. Kegiatan turut diisi dengan siraman rohani dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas capaian 2025 sekaligus memohon kelancaran dalam menghadapi tantangan 2026.
Dengan semangat kolaborasi dan transformasi berkelanjutan, TTL optimistis menyongsong 2026 sebagai fase pertumbuhan berikutnya, menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, kompetitif, serta berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional.






