SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi melantik Budi Santoso sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK) pada Jumat (13/3/2026) pagi.
Dokter yang akrab disapa Prof Bus tersebut diharapkan mampu mendorong penguatan kualitas pendidikan di lingkungan FK Unusa.
Pelantikan ini berlangsung di tengah perkembangan FK Unusa yang kini telah dipercaya menyelenggarakan dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), yakni Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi.
Usai dilantik, Prof Bus menyampaikan bahwa perkembangan pendidikan kedokteran di Surabaya yang semakin pesat seharusnya tidak dipandang sebagai ajang kompetisi semata. Menurutnya, kerja sama antar institusi pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas dokter di Indonesia.
“Tujuan utamanya bukan kompetisi, tetapi bagaimana kita bisa bekerja sama dan berkolaborasi untuk memberikan yang terbaik dalam pendidikan kedokteran,” ujarnya.
Ia mengakui masih terdapat kesenjangan antara fakultas kedokteran yang baru berdiri dengan yang telah lebih dulu berkembang, terutama dari sisi kualitas pendidikan.
Namun, berdasarkan hasil evaluasi Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), FK Unusa dinilai memiliki capaian yang cukup baik.
Karena itu, langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat kualitas input mahasiswa melalui penetapan standar akademik yang lebih ketat. Hal tersebut diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas lulusan.
Selain itu, peningkatan kualitas dosen juga menjadi prioritas. Prof Bus mengungkapkan pihaknya tengah memperkuat kerja sama internasional guna mendukung pengembangan sumber daya pengajar.
Saat ini, dua perguruan tinggi luar negeri yakni China Medical University dan Oita University telah menyatakan kesiapan menerima dosen Unusa yang ingin melanjutkan pendidikan program doktor (PhD).
Sementara itu, Rektor Unusa Tri Yogi Yuwono menekankan tiga agenda penting bagi kepemimpinan dekan baru. Pertama, memperkuat tata kelola fakultas yang transparan dan akuntabel. Kedua, mempercepat peningkatan kualitas pendidikan serta akreditasi, termasuk menjaga standar UKMPPD.
Ketiga, memperkuat riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari kontribusi akademik fakultas kedokteran.
Menurutnya, pendidikan dokter tidak hanya menekankan kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter.
“Dokter harus memiliki empati, integritas, serta nilai kemanusiaan dalam melayani pasien,” tegasnya.






