JAKARTA – Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum dan pemegang saham mayoritas PT Bank Central Asia Tbk, meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3/2026). Ia dikenal sebagai taipan yang rendah hati serta memiliki kontribusi besar bagi perekonomian nasional dan dunia olahraga.
Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan, menyampaikan bahwa jenazah almarhum akan diterbangkan dari Singapura ke Jakarta pada Jumat (20/3/2026) untuk disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven hingga 22 Maret.
Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke GOR Jati Kudus untuk penghormatan terakhir pada 22–25 Maret, sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga di Godo, Kabupaten Rembang, pada Rabu (25/3/2026).
Michael Bambang Hartono merupakan salah satu konglomerat paling berpengaruh di Indonesia. Ia memimpin Grup Djarum dan menjadi pemegang saham mayoritas PT Bank Central Asia Tbk. Di bawah kepemilikannya, BCA berkembang menjadi bank swasta terbesar dengan kapitalisasi pasar tertinggi di Bursa Efek Indonesia, serta menjadi salah satu pilar stabilitas ekonomi nasional.
Selain di sektor perbankan dan industri rokok, sumber kekayaannya juga berasal dari berbagai sektor lain, seperti menara telekomunikasi melalui Sarana Menara Nusantara, properti, hingga industri elektronik dengan merek Polytron.
Berdasarkan data Forbes Billionaires Index per Maret 2026, kekayaan Michael Bambang Hartono mencapai sekitar US$18,9 miliar atau setara Rp320,54 triliun.
Meski memiliki kekayaan besar, ia dikenal bersahaja. Namanya kerap menjadi perhatian publik karena sering terlihat menikmati kuliner sederhana di warung kaki lima, seperti tahu pong di Semarang dan lentog di Kudus.
Di bidang olahraga, ia juga mengharumkan
nama Indonesia sebagai atlet bridge. Pada Asian Games 2018, ia berhasil meraih medali perunggu, menjadikannya salah satu atlet tertua sekaligus terkaya yang pernah naik podium pada ajang tersebut.






