BERITA  

Mayat di MAF Sentani: Polisi Selidiki Riwayat Penyakit

Penemuan Mayat Gemparkan Lapangan Terbang Sentani: Riwayat Penyakit Lambung Jadi Dugaan Awal

Sentani, Papua – Suasana tenang di sekitar lapangan terbang Mission Aviation Fellowship (MAF) Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, mendadak terusik pada Selasa, 24 Maret 2026. Sesosok pria tak bernyawa ditemukan tergeletak di tengah lapangan, memicu kehebohan di kalangan warga sekitar.

Kejadian yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIT ini menarik perhatian banyak orang. Meskipun demikian, dilaporkan bahwa operasional penerbangan di area MAF Sentani tidak mengalami gangguan sama sekali. Penemuan mayat ini berawal dari informasi yang diterima oleh seorang saksi mata yang sedang melintas di dekat hanggar. Ia mendengar kabar dari warga di luar pagar mengenai adanya seseorang yang tergeletak tanpa respon.

Setelah melakukan pengecekan langsung ke lokasi, saksi tersebut segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Tim dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jayapura, bersama dengan Unit Identifikasi, bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mereka tiba di lokasi pada pukul 13.30 WIT dan segera mengambil tindakan untuk mengamankan area penemuan jenazah.

Tujuan utama kedatangan tim identifikasi adalah untuk melakukan olah TKP secara menyeluruh dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban diketahui berinisial YW dan merupakan warga yang berdomisili di wilayah Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.

Proses evakuasi jenazah dari lapangan terbang menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari dilakukan menggunakan ambulans bandara. Evakuasi ini berjalan dengan pengawalan ketat dari anggota Unit Identifikasi. Seluruh rangkaian olah fisik di lapangan secara resmi berakhir pada pukul 16.00 WIT, dalam situasi yang dilaporkan tetap aman dan kondusif.

Pemeriksaan Medis dan Dugaan Awal Penyebab Kematian

Saat ini, jenazah YW masih berada di RSUD Yowari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak rumah sakit sedang melakukan pemeriksaan luar yang diharapkan dapat memberikan data pendukung bagi penyelidikan kepolisian terkait penyebab pasti kematian korban.

Berdasarkan keterangan dari rekan-rekan dekat YW, terungkap bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit lambung kronis yang telah dideritanya sejak lama. Ia dilaporkan sering mengeluhkan rasa sakit yang hebat pada bagian perutnya, meskipun sudah rutin mengonsumsi obat-obatan dari fasilitas kesehatan.

Dugaan medis sementara mengarah pada kemungkinan komplikasi dari penyakit lambung kronis yang diderita YW. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka tetap melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk menyingkirkan segala kemungkinan, termasuk potensi adanya unsur pidana.

Tindakan Kepolisian dan Koordinasi Lanjutan

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali, memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus ini. Beliau menekankan bahwa seluruh proses penanganan telah mengikuti prosedur standar kepolisian yang berlaku.

“Untuk saat ini, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak rumah sakit guna memastikan penyebab pasti kematian korban,” ujar AKP Alamsyah Ali. Ia menambahkan bahwa tim penyidik sedang berupaya keras untuk menghubungi pihak keluarga korban.

Tujuan utama menghubungi keluarga adalah untuk mendiskusikan dan menentukan langkah selanjutnya terkait proses pemakaman atau kemungkinan dilakukannya otopsi lanjutan, jika diperlukan.

Saat ini, jenazah YW masih berada di ruang instalasi pemulasaraan jenazah RSUD Yowari di bawah pemantauan langsung dari Polres Jayapura. Pihak kepolisian terus menjalin koordinasi yang intensif dengan keluarga korban. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar seluruh proses administratif terkait penanganan jenazah dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.

Penemuan jenazah ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi individu yang memiliki riwayat penyakit kronis. Pihak berwenang terus bekerja keras untuk mengungkap penyebab pasti kematian YW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *