Rico Waas: Medan Naik Kelas Lewat Digitalisasi Marketing

Mengukuhkan UMKM Medan: Digitalisasi dan Pendampingan Menuju Kelas Dunia

Pemerintah Kota Medan menaruh perhatian serius pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menjadikannya sebagai program prioritas utama. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan digitalisasi dan penyelenggaraan pelatihan yang berkelanjutan, sebuah langkah strategis untuk memulihkan dan meningkatkan daya saing UMKM di era modern.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, pada pembukaan kegiatan “Pelatihan UMKM Bangkit: Strategi Digital untuk Pemulihan UMKM Kota Medan”. Acara yang diselenggarakan di Medan pada Jumat, 27 Maret, ini menjadi momentum penting dalam upaya membangkitkan semangat dan kapabilitas para pelaku usaha kecil di kota tersebut.

Dalam pidato pembukaannya, Rico Waas menggarisbawahi peran vital UMKM dalam menopang perekonomian. Ia menjelaskan bahwa UMKM tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi lokal, tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Namun, ia juga tidak menampik adanya tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM, terutama terkait konsistensi dalam menjalankan usaha.

“UMKM ini menarik, banyak yang memulai, namun sayangnya tidak sedikit yang berhenti di tengah jalan. Akar masalahnya seringkali terletak pada perencanaan yang kurang matang, strategi pemasaran yang belum optimal, hingga ketidaksiapan untuk memahami dinamika pasar yang terus berubah,” ujar Rico Waas. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Kepala Diskop UKM Perindag Hendra Ridho, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane, dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar, yang menunjukkan sinergi antar-lembaga dalam mendukung UMKM.

Rico Waas menekankan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari kualitas produk semata. Para pelaku usaha dituntut untuk memiliki pemahaman komprehensif mengenai strategi bisnis dari hulu ke hilir. Hal ini mencakup, mulai dari penentuan produk yang tepat sasaran, identifikasi target pasar yang akurat, hingga penerapan teknik pemasaran yang efektif dan inovatif.

Adaptasi Digital: Kunci Bertahan dan Berkembang

Perubahan perilaku konsumen di era digital menjadi salah satu fokus utama yang disoroti oleh Rico Waas. Ia mengamati bahwa masyarakat saat ini semakin bergantung pada platform digital dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam aktivitas belanja. Fenomena ini membuka peluang besar bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui kehadiran marketplace digital, seperti Lazada.

“Sekarang ini, dari bangun tidur hingga kembali tidur, masyarakat tidak lepas dari genggaman gawai. Ini berarti, aktivitas penjualan harus ikut merambah ke ranah digital tersebut. Pemasaran digital atau digital marketing menjadi kunci utama untuk bisa bersaing di era ini,” jelas Rico Waas.

Lebih lanjut, Rico Waas menegaskan bahwa pelatihan semacam ini tidak boleh hanya berhenti sebagai sebuah acara seremonial belaka. Ia menuntut adanya tindak lanjut yang konkret, berupa program inkubasi dan pendampingan intensif bagi para pelaku UMKM. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa usaha mereka tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar berkembang dan mampu naik kelas ke jenjang yang lebih tinggi.

“Setelah pelatihan ini, kami berkomitmen untuk ada kelanjutannya. Kami akan menyiapkan inkubator bisnis, melakukan kurasi terhadap UMKM yang memiliki potensi besar, dan memberikan dorongan berkelanjutan hingga mereka benar-benar siap untuk bersaing di pasar yang lebih luas,” tegas Rico Waas.

Potensi Lokal yang Siap Bersinar

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Medan memberikan ruang yang sangat berharga bagi para pelaku UMKM untuk mempresentasikan produk-produk unggulan mereka secara langsung. Hal ini merupakan bentuk apresiasi dan dorongan agar para pengusaha lokal semakin berani dalam mempromosikan produknya serta membangun kepercayaan diri yang kuat.

Berbagai produk yang ditampilkan dalam acara tersebut menunjukkan potensi luar biasa dari UMKM Kota Medan. Mulai dari olahan ikan teri yang disajikan dalam beragam varian rasa yang inovatif, stik kentang produksi rumahan yang telah teruji ketahanannya selama bertahun-tahun, hingga bawang goreng original dan keripik sambal dengan resep warisan turun-temurun. Keberagaman ini mencerminkan kekayaan kuliner dan kreativitas masyarakat Medan.

“Produk-produk yang kita miliki ini memiliki nilai dan cerita yang unik. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita mengemas dan memasarkannya dengan baik agar dapat dikenal luas oleh masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujar Rico Waas, memberikan semangat kepada para pelaku usaha.

Menutup sambutannya, Rico Waas menyampaikan harapannya agar kolaborasi yang terjalin dengan pihak Lazada dapat menjadi langkah nyata dalam mendorong UMKM Kota Medan untuk naik kelas. Ia meyakini bahwa dengan strategi yang tepat dan pemanfaatan teknologi secara optimal, UMKM Medan tidak hanya akan mampu bertahan di tengah persaingan yang ketat, tetapi juga akan berkembang pesat dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi penting bagi kota ini.

Pelatihan “UMKM Bangkit: Strategi Digital untuk Pemulihan UMKM Kota Medan” ini diikuti oleh sekitar 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Melalui pertemuan ini, para peserta dibekali dengan pengetahuan penting mengenai cara efektif mempromosikan produk mereka dengan memanfaatkan berbagai platform digital yang tersedia.

Langkah Strategis Menuju UMKM Unggul

Program prioritas Pemerintah Kota Medan dalam memberdayakan UMKM menunjukkan visi yang jelas untuk masa depan ekonomi kota. Fokus pada pelatihan kewirausahaan dan peningkatan daya saing UMKM merupakan pondasi penting untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan dinamis.

Beberapa aspek kunci yang menjadi perhatian dalam program ini meliputi:

  • Penguatan Kapasitas Digital: Memberikan pemahaman mendalam tentang pemanfaatan teknologi digital, mulai dari pemasaran online, pengelolaan media sosial, hingga penggunaan e-commerce.
  • Pengembangan Produk dan Inovasi: Mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk yang berkualitas, memiliki nilai tambah, dan sesuai dengan selera pasar.
  • Akses Pasar yang Lebih Luas: Memfasilitasi UMKM untuk dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat domestik maupun internasional, melalui berbagai kanal distribusi.
  • Pendampingan Berkelanjutan: Menyediakan program inkubasi dan pendampingan pasca-pelatihan untuk memastikan UMKM mendapatkan dukungan yang konsisten dalam menghadapi tantangan bisnis.
  • Kolaborasi Strategis: Membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan platform digital, untuk membuka peluang dan sumber daya baru bagi UMKM.

Dengan berbagai upaya strategis ini, Pemerintah Kota Medan optimis bahwa UMKM di wilayahnya dapat bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang tangguh, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *