BANGKA – Demam berdarah adalah penyakit infeksi akibat virus yang menular melalui gigitan nyamuk.
Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa pandang usia dengan gejala demam tinggi, sakit kepala, serta nyeri tulang dan otot. Jika tidak ditangani dengan tepat, demam berdarah beresiko mengancam nyawa.
Begitu pula di Kabupaten Bangka, angka demam berdarah masih tergolong cukup tinggi. Sampai minggu ke 12 bulan Maret 2026 terdapat 53 kasus demam berdarah dengan angka kematian ada 1 orang yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Kenanga.
Sampai saat ini, data kasus demam berdarah di Kabupaten Bangka adalah : Belinyu 21 kasus, Sungailiat 19, Merawang 4, Mendo Barat 4, Pemali 2, Bakam 2, Puding Besar ada 1 kasus.
Menanggapi hal ini, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Provinsi Bangka Belitung (HAKLI BABEL), Boy Yandra, SKM, MPH, menghimbau kepada masyarakat agar selalu membersihkan lingkungan terutama rumah dan mengajak semua pihak untuk menggiatkan terus gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) sehingga tidak ada kesempatan bagi tempat nyamuk dewasa berkembang biak.
Boy Yandra juga mengatakan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dan HAKLI BABEL telah melakukan berbagai usaha dan kegiatan untuk mencegah penyakit ini berkembang dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan penyemprotan (foging).
“Jaga kebersihan lingkungan kita dan terus lakukan pemberantasan sarang nyamuk. Lakukan langkah 5 M yaitu : Menguras tempat penampungan air, Menutup wadah air, Mengubur barang bekas, Menggunakan kelambu, Menggunakan repelen,” pesan Boy Yandra saat ditemui pada Hari Senin (30/03/2026) di ruang kerjanya.
Demam berdarah adalah penyakit yang serius. Selalu jaga kesehatan dan lingkungan kita agar tetap bersih dan terlindungi dari nyamuk. Memeriksakan kondisi diri secara teratur, juga bisa jadi bentuk pencegahan yang manjur.
Bila mengalami gejala demam berdarah seperti demam tinggi dan muncul bintik – bintik merah, segera periksakan diri ke dokter.






