JAKARTA – Transformasi energi di Indonesia kini tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian industri nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara PT PLN Nusantara Power (PLN NP) dengan VOGO-ARSTROMA dalam pengembangan solusi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara PLN Nusantara Power, M. Irwansyah Putra, bersama CEO VOGO-ARSTROMA, Kwon Jeong-sang. Kerja sama ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga produsen solusi karbon berkelas global.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan teknologi penangkapan karbon berbasis membran, pembangunan proyek percontohan (pilot project), hingga potensi pembentukan ekosistem manufaktur lokal dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
Irwansyah Putra menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis yang melampaui implementasi teknologi semata. Menurutnya, MoU ini menjadi langkah awal dalam membangun fondasi kerja sama jangka panjang, sekaligus membuka peluang pengembangan industri dalam negeri melalui lokalisasi teknologi dan peningkatan kapasitas nasional.
“Tidak hanya berfokus pada dekarbonisasi, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia,” ujarnya, (11/04/26) Sabtu.
Sementara itu, Kwon Jeong-sang menyampaikan bahwa pihaknya memandang Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan industri solusi karbon masa depan.
“Kami menargetkan pembangunan pilot plant, pengembangan fasilitas produksi lokal, hingga menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor teknologi CCUS ke pasar global,” ungkapnya.
Dengan pengalaman teknologi yang telah teruji di berbagai proyek internasional, VOGO-ARSTROMA optimistis implementasi CCUS di Indonesia dapat berjalan cepat dan memberikan dampak nyata.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi katalis lahirnya ekosistem industri karbon nasional, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global energi bersih, sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060.






