Tembok Terkikis Sungai, Ruko di Sukasari Nyaris Roboh

Rumah dan Toko Dua Lantai di Sumedang Miring dan Nyaris Ambruk

Sebuah bangunan yang terdiri dari rumah dan toko dua lantai berada di bantaran Sungai Cisumengka, Dusun Karasak RT05/03 Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, mengalami kerusakan parah. Bangunan tersebut miring dan nyaris ambruk akibat dampak dari aliran air sungai yang deras.

Ruko milik Toha Sutisna ini dikelilingi oleh tembok penahan tanah (TPT) yang berada di bagian belakang bangunan. Namun, TPT tersebut tergerus oleh arus air yang kuat. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (12/4/2026) sore saat wilayah tersebut diguyur hujan deras.

Bambang Rianto, Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, mengonfirmasi peristiwa tersebut pada Senin (13/4/2026) pagi. Menurutnya, kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.30. Ia menjelaskan bahwa bangunan ruko tersebut mengalami pergeseran karena dampak dari TPT yang rusak akibat aliran air sungai.

“Kejadian ini menyebabkan bangunan mengalami kerusakan berat,” ujar Bambang. Ia menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, penghuni ruko yang berukuran 3×6 meter terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka. Sementara, ruko dikosongkan lantaran dikhawatirkan bangunan terus bergeser,” jelasnya.

Bambang juga mengimbau kepada warga Sumedang untuk tetap waspada selama musim penghujan. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan daerah perbukitan.

Penyebab Kerusakan Bangunan

Beberapa faktor utama yang menyebabkan kerusakan pada bangunan tersebut antara lain:

  • Aliran air yang deras

    Saat hujan deras terjadi, aliran air sungai menjadi sangat kuat. Hal ini menyebabkan TPT yang berada di belakang bangunan tergerus dan tidak mampu lagi menahan tekanan tanah.

  • Kondisi TPT yang tidak memadai

    Tembok penahan tanah yang ada di lokasi tersebut mungkin tidak cukup kuat untuk menahan aliran air yang intensif. Hal ini meningkatkan risiko keruntuhan bangunan.

  • Lokasi yang rentan banjir

    Wilayah bantaran sungai biasanya memiliki risiko tinggi terhadap banjir dan erosi. Lokasi bangunan yang dekat dengan sungai membuatnya lebih rentan terhadap gangguan alami.

Langkah yang Dilakukan BPBD Sumedang

BPBD Sumedang telah melakukan beberapa langkah untuk menangani situasi ini. Pertama, mereka memberikan peringatan kepada warga setempat agar tidak mendekati bangunan yang sudah rusak. Selain itu, pihak BPBD juga sedang melakukan evaluasi terhadap kondisi TPT dan bangunan di sekitar area tersebut.

Selain itu, pihak berwenang juga akan memperkuat struktur TPT di area rawan banjir. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Imbauan untuk Warga

Bambang Rianto mengajak warga untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memastikan bahwa bangunan yang ditempati dalam kondisi baik dan aman.
  • Menghindari pembangunan di daerah yang rawan banjir atau erosi.
  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar sungai untuk mencegah penumpukan sampah yang bisa mengganggu aliran air.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan dan kecelakaan akibat bencana alam seperti banjir dan erosi tanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *