News  

“Keren” SDN 03 Gunungsari Bawa Banyak Piala Lomba Prestasi Siswa Kecamatan Citeureup

BOGOR – SDN 03 Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, menorehkan prestasi pada ajang Lomba Prestasi Siswa tingkat Kecamatan Citeureup yang digelar di kompleks SDN 01 Puspanegara, Sabtu, 18 April 2026.

Sekolah tersebut membawa banyak piala dari berbagai cabang yang dilombakan:

1. Juara 1: Ngadongeng


2. Juara 2: Mendongeng


3. Juara 3: Pupuh Putra


4. Juara 2: MHQ


5. Juara 2: Karate Putri


6. Juara 3: MTQ Putra


7. Juara 3: Membaca Sajak


8. Juara Harapan 1: Pupuh Putri


9. Juara Harapan 2: Adzan


10. Juara Harapan 2: Marawis


11. Juara Harapan 2: LCC



Total 67 siswa dari kelas III hingga V ikut serta dalam sepuluh cabang lomba yang dipertandingkan se-Kecamatan.

Kepala SDN 03 Gunungsari, Sri Ayu Suwartika, menyebut capaian ini merupakan buah dari pembiasaan dan pendampingan.

“Anak-anak kami dorong untuk berani tampil. Menang itu bonus. Yang utama, mereka belajar proses, disiplin, dan sportivitas. Menang dan kalah sama bernilainya untuk tumbuh,” ujarnya.



Pada cabang tari kreasi, SDN 03 Gunungsari menampilkan tiga penari dengan perpaduan jaipong, pencak, dan gerak modern. Kostum dibuat secara mandiri oleh guru dan komite.

Guru pendamping sekaligus pelatih, Ilza, menitipkan pesan khusus bagi siswa yang belum berhasil naik podium. “Untuk anak-anakku yang hari ini belum juara, jangan kecil hati. Kalian sudah hebat karena berani maju.

“Yang gagal hari ini adalah bahan bakar untuk latihan besok. Tetap semangat, jaga kekompakan, dan nikmati prosesnya,” kata Ilza sambil merangkul peserta.

Ketua K3S Kecamatan Citeureup yang membuka lomba mengatakan, ajang ini merupakan bagian dari penjaringan menuju Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional tingkat kabupaten. “Kita mencari bibit terbaik.

“Namun, yang tidak juara pun tetap kami apresiasi. Semua anak pulang membawa pengalaman,” ucapnya.

Sri Ayu Suwartika menambahkan, SDN 03 Gunungsari akan mengevaluasi dan menambah jam pembinaan untuk cabang yang belum maksimal. “Sekolah wajib memberi ruang untuk semua bakat.

“Tugas kami mendampingi hingga anak menemukan versi terbaik dirinya,” katanya. (Jai)