Tampung Peserta dari 38 Provinsi, UNAIR Pastikan UTBK SNBT 2026 Berjalan Lancar

Teks Foto : Pelaksanaan hari pertama UTBK SNBT 2026 di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, dengan ribuan peserta mengikuti ujian berbasis komputer. (ist)

SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) resmi menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 secara serentak selama 10 hari ke depan. Pada pelaksanaan hari pertama, pihak kampus memastikan kesiapan teknis dan layanan bagi seluruh peserta berjalan optimal.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni (AMA) UNAIR, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah, MSi PhD, mengungkapkan bahwa tahun ini UNAIR menampung sebanyak 16.672 peserta UTBK. Jumlah tersebut setara 94,7 persen dari total kapasitas yang disediakan, yakni 17.600 kursi.

“Peserta berasal dari 38 provinsi, bahkan ada yang datang dari luar negeri,” ujar Prof. Amin yang juga menjabat sebagai Ketua UTBK UNAIR, (21/04/26) Selasa.

Ia menjelaskan, lokasi ujian tersebar di sejumlah gedung di Kampus B dan C dengan total 22 ruang Computer Based Test (CBT).

Di Kampus B, ujian berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Vokasi (Gedung A dan C).

Sementara di Kampus C, pelaksanaan tersebar di Gedung Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB), Gedung Nano, Gedung Nani, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).

Untuk mendukung kenyamanan peserta, UNAIR juga menyediakan berbagai fasilitas tambahan, khususnya bagi peserta sesi pagi.

Di antaranya ruang transit, minuman hangat, serta makanan ringan. Selain itu, panitia juga menyiapkan tenaga kesehatan dan ambulans sebagai langkah antisipasi kondisi darurat.

“Seluruh lokasi sudah dilengkapi ruang transit. Kami juga menyediakan teh hangat dan snack pagi, serta tenaga medis untuk berjaga,” jelasnya.

Meski demikian, pada hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 37 peserta tidak hadir tanpa keterangan. Sementara jumlah peserta yang mengikuti sesi pertama mencapai 843 orang.

Di sisi lain, UNAIR juga memberikan perhatian khusus kepada peserta disabilitas. Tercatat ada 22 peserta disabilitas yang mengikuti UTBK pada hari pertama, terdiri dari 18 peserta tuna rungu dan 4 peserta tuna daksa yang dijadwalkan mengikuti ujian pada sesi kedua.

Terkait pengawasan, Prof. Amin menegaskan bahwa pihak kampus berkomitmen menjaga integritas pelaksanaan ujian dengan mencegah praktik kecurangan, termasuk perjokian.

“Kami terus meningkatkan pengawasan agar tidak ada celah bagi praktik joki dalam UTBK ini,” tegasnya.

Ia pun mengimbau seluruh peserta untuk mempersiapkan diri secara matang, baik dari sisi akademik maupun kondisi fisik, termasuk memastikan lokasi ujian dan menjaga kesehatan sebelum mengikuti tes.

“Kami harap peserta sudah mengetahui lokasi ujian dan mempersiapkan mental. Jangan lupa sarapan, karena itu sangat berpengaruh pada konsentrasi saat mengerjakan ujian,” pungkasnya.