Ucapan Terakhir Yai Mim di Kantor Polisi, Istri Bocorkan Wasiatnya

Kematian Yai Mim, Tersangka Pelecehan Seksual di Kantor Polisi

Yai Mim, yang merupakan tersangka dugaan pelecehan seksual terhadap tetangganya, Nurul Sahara, meninggal dunia di kantor polisi. Sebelumnya, Yai Mim dan Sahara sering kali terlibat dalam perselisihan. Masalah ini bermula dari sengketa batas tanah dan lahan parkir, yang akhirnya memicu laporan saling-melaporkan antara keduanya.

Akibat dari perselisihan tersebut, Yai Mim akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelecehan seksual dan pornografi. Ia ditahan oleh Polresta Malang Kota pada Senin (19/1/2026) malam. Namun, nasib buruk menimpa Yai Mim saat ia tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri saat menjalani pemeriksaan di kantor polisi.

Kematiannya terjadi pada 13 April 2026. Dari hasil visum et repertum yang dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, disebutkan bahwa Yai Mim meninggal dunia diduga akibat asfiksia atau kekurangan oksigen.

Pesan Terakhir dari Yai Mim

Istri mendiang Imam Muslimin alias Yai Mim, Rosyida Vignesvari, mengungkapkan pesan terakhir almarhum. Menurutnya, waktu terakhir mereka bertemu adalah pada Kamis, 9 April 2026, tiga hari sebelum sang suami meninggal dunia. Baginya, momen itu menjadi kenangan tak terlupakan.

“Beliau bilang kalau kita akan panjang umur, menua bersama. Kita akan berangkat haji bareng dan bertemu dengan gurunya di Tanah Suci. Itu yang selalu diucap ketika saya jenguk ke tahanan,” kata Rosyida, Kamis (16/4/2026).

Meskipun sedih, Rosyida mengaku telah merelakan kepergian sang suami. Ia percaya bahwa kini Yai Mim sudah tenang di sisi-Nya. “Masih tidak menyangka Abi (Yai Mim) pergi begitu cepat. Masa-masa kami sangat singkat, tapi saya percaya beliau sudah tenang di sisi-Nya,” ujarnya.

Di hari terakhir pertemuannya, Yai Mim menyampaikan beberapa pesan penting kepada Rosyida. Salah satunya adalah tentang beramal, berdzikir, serta meminta istrinya untuk rajin bertaziah ke makam putra dan putrinya yang terlebih dahulu meninggal.

“Bahkan, pekan lalu, saya ke makam orangtua beliau di Blitar, dan beberapa hari setelahnya beliau juga dimakamkan tak jauh dari makam orangtuanya. Ini yang belum bisa saya percayai sampai hari ini,” katanya.

Sosok Yai Mim yang Bertanggung Jawab

Bagi Rosyida, Yai Mim merupakan sosok suami yang bertanggung jawab. Selain itu, pria kelahiran 1966 ini dikenal sebagai sosok yang humoris dan memiliki jiwa sosial tinggi terhadap sesama.

“Abi (Yai Mim) selalu berpesan kepada saya untuk bersyukur, mensyukuri nikmat Allah dan tidak lupa berbagi kepada sesama,” pungkasnya.

Detik-Detik Kematian Yai Mim

Menurut informasi dari pihak kepolisian, Yai Mim sempat dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebelum wafat. Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhirin, menceritakan detik-detik kematian Yai Mim.

Mulanya, sekira pukul 13.45 WIB, Yai Mim dijadwalkan diperiksa di ruangan satuan reskrim Polresta Malang Kota. Saat sedang berjalan dari rutan menuju ruang pemeriksaan, Yai Mim tiba-tiba lemas dan jatuh dalam kondisi duduk.

Setelah itu, penyidik langsung memanggil dokter kesehatan di Polresta Malang Kota. Sebelum wafat, kondisi kesehatan Yai Mim dinilai baik-baik saja. Bahkan, pada Senin pagi, Yai Mim sempat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin oleh Dokter Kesehatan Polresta Malang Kota dengan hasil bagus.

“Hasilnya pemeriksaan Dokkes bagus, artinya tekanan darah normal 110/80 dan tidak ada tanda-tanda lain yang dirasa,” kata Ipda Lukman Sobhirin.

Saat ini, jenazah Yai Mim masih berada di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk dilakukan proses visum et repertum guna mengetahui secara pasti penyebab kematiannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *