Wisata Taman Limo di Cikarang Barat Kini Terbengkalai
Wisata Taman Limo yang terletak di Jatiwangi, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Dulu, tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga sekitar karena fasilitas yang lengkap dan harga yang terjangkau. Namun, kini wisata tersebut sudah bangkrut dan dibiarkan terbengkalai.
Dulunya, Taman Limo menawarkan berbagai wahana permainan seperti saung-saung untuk berteduh, kolam renang mandi bola, perahu bebek, dan permainan kereta api serta komedi putar pesawat terbang. Area ini juga menjadi pusat ekonomi bagi para UMKM setempat, termasuk penjual makanan kecil, minuman, dan permainan anak-anak.
Namun, situasi berubah drastis sejak pandemi Covid-19 melanda. Kondisi ini membuat jumlah pengunjung turun drastis. Selain itu, banjir besar pada tahun 2022 juga memberikan dampak yang signifikan. Akibatnya, banyak pedagang yang meninggalkan lokasi tersebut.
Sejak tahun 2023, wisata Taman Limo ditutup. Saat ini, lahan yang dulu digunakan sebagai tempat wisata mulai dimanfaatkan oleh warga untuk program ketahanan pangan. Salah satunya adalah ternak ikan lele dan penanaman tanaman seperti jagung, cabai, dan kangkung.
Perjalanan Wisata Taman Limo
Santung, yang dahulu merupakan pengelola wisata Taman Limo, mengungkapkan bahwa lokasi ini awalnya dibangun pada pertengahan 2016. Warga setempat bersama pemerintah desa merapikan lahan milik kawasan industri untuk dijadikan taman bermain. Tujuannya adalah agar warga ibu-ibu bisa berjualan di area tersebut, sementara para pemuda yang belum memiliki pekerjaan bisa mendapatkan sedikit penghasilan.
Pada awalnya, lokasi ini tidak memiliki banyak fasilitas. Namun, dengan bantuan CSR dari perusahaan swasta, penanaman pohon dilakukan, serta dibangun gazebo dan saung-saung untuk berteduh pengunjung. Perlahan-lahan, Taman Limo mulai dikenal oleh warga Cikarang dan sekitarnya.
Pada masa puncaknya, jumlah pengunjung mencapai 500 hingga 1.000 orang di hari biasa, dan bahkan bisa mencapai 1.000 hingga 3.000 orang pada akhir pekan atau hari libur. Pengunjung hanya membayar biaya parkir, yaitu Rp 5.000 untuk motor dan Rp 15.000 untuk mobil. Hal ini membuat Taman Limo menjadi tempat wisata yang ramah kantong.
Bencana dan Penutupan Wisata
Sayangnya, kejayaan Taman Limo tidak berlangsung lama. Pada akhir tahun 2022, terjadi banjir besar di Bekasi yang menyebabkan akses jalan terputus dan kerusakan pada fasilitas wisata. Seiring waktu, jumlah pengunjung mulai menurun, dan banyak pedagang yang memutuskan untuk tutup.
Akibatnya, pihak pengelola memutuskan untuk menutup wisata tersebut pada akhir 2023. Saat ini, lahan Taman Limo digunakan oleh warga untuk program ketahanan pangan. Santung dan beberapa warga lainnya mulai menanam berbagai jenis tanaman dan melakukan ternak ikan lele.
Hasil dari program ini digunakan untuk konsumsi keluarga pengelola dan juga dijual ke pengepul untuk kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun masa depan Taman Limo masih belum jelas, Santung tetap fokus pada program ketahanan pangan yang sedang berjalan saat ini.






