Iga Swiatek Mundur dari Madrid Open 2026 Akibat Masalah Pencernaan



Iga Swiatek, unggulan keempat di Madrid Open 2026, terpaksa mengundurkan diri dari turnamen setelah mengalami sakit pencernaan selama pertandingan babak ketiga melawan Ann Li, unggulan ke-31, di Park Manzanares, Madrid, Spanyol, pada Sabtu (25/4) waktu setempat.

Pertandingan berlangsung dengan kondisi yang tidak stabil bagi Swiatek. Pada set ketiga, saat skor mencapai 0-2 untuk Li, Swiatek meminta istirahat medis. Meskipun sempat melanjutkan permainan, ia akhirnya harus mundur sepenuhnya setelah beberapa poin memasuki gim keempat dengan skor akhir 6-7(7), 6-2, 0-3.

Swiatek mengungkapkan bahwa dua hari terakhir ini sangat buruk baginya. Ia mengira sedang terkena virus. “Beberapa jam terasa baik, tapi beberapa jam lainnya sangat buruk. Saya tidak punya energi sama sekali dan merasa sangat tidak enak badan secara fisik,” ujarnya.

Li memiliki kesempatan untuk mengamankan set pertama lebih awal sebelum memasuki tiebreak. Di kedudukan 5-4, Li memiliki peluang untuk melakukan servis, tetapi Swiatek berhasil menguasai reli dan memaksa Li melalui tiebreak demi menyelamatkan set point.

Setelah jeda panjang antarset, Swiatek langsung tancap gas. Ia memenangi 16 dari 21 poin pertama dan unggul 4-0, termasuk break pembuka tanpa kehilangan poin. Dua break awal itu cukup untuk membuat Swiatek menang set pertama dalam 39 menit.

Di set penentu, pola yang sama terjadi. Li mencetak break awal untuk unggul 2-0 akibat kesalahan forehand Swiatek. Namun, performa Swiatek mulai menurun, ia terlihat lesu dan akhirnya meminta istirahat medis karena sakit.

Setelah kembali ke lapangan, Swiatek tidak mampu melanjutkan pertandingan. Ia tersingkir dari Madrid lebih cepat dari yang diperkirakan.

Swiatek mengatakan bahwa ia tahu pertandingan akan sulit, tetapi ia tetap ingin mencoba. “Saya pernah sakit dua kali dalam karier saya dan masih bisa memenangkan sebagian besar pertandingan,” katanya.

“Tapi kali ini lebih parah dari sebelumnya,” tambahnya.

Kemenangan Li merupakan yang kedua dalam kariernya atas petenis Top 10. Sebelumnya, ia mengalahkan Anett Kontaveit di babak kedua Miami Open lebih dari empat tahun lalu.

Li mengaku bahwa pertandingan ini sangat sulit. “Saya sangat menyesal untuknya karena dia harus mundur, tidak pernah mudah untuk kalah seperti itu,” katanya.

Ia juga bangga dengan cara dirinya berjuang. “Saya terus maju dan tidak menyerah,” ujar Li.

Kemenangan ini juga menjadi yang kelima Li atas mantan juara Grand Slam. Ia kini mencapai babak 16 besar kedua dalam kariernya di turnamen WTA 1000 setelah Doha 2026. Ia akan menghadapi Leylah Fernandez di babak keempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *