BERITA  

Pengawasan Vape di BPOM, Temuan Narkotika Mengejutkan



PALANGKA RAYA, .CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan bahwa pengawasan terhadap liquid rokok elektrik atau vape bukan menjadi kewenangan mereka. Pengawasan tersebut justru berada di bawah tanggung jawab Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Sampai saat ini kami belum menerima laporan mengenai adanya liquid yang mengandung unsur narkotika,” ujar Suyuti Syamsul, menjelaskan perannya sebagai perwakilan Dinkes Provinsi Kalteng.

Dia menjelaskan bahwa seluruh pengawasan terhadap produk makanan dan minuman, termasuk liquid vape, merupakan tanggung jawab BPOM. Sebagai lembaga yang memiliki otoritas dalam pengujian dan pengawasan keamanan produk, BPOM bertanggung jawab penuh atas hal-hal terkait keselamatan konsumen.

“Jika ada temuan, biasanya akan disampaikan juga ke kami sebagai tembusan. Namun tentu hal seperti ini sangat disayangkan,” tambahnya.

Menurut Suyuti, keberadaan narkotika dalam bentuk apapun, termasuk jika dicampurkan dalam liquid vape, memiliki dampak serius bagi kesehatan. Hal ini terutama karena sifat narkotika yang bersifat adiktif.

“Masalah terbesar dari narkotika adalah menimbulkan kecanduan. Kecanduan itu akan membuat dosis terus meningkat, sampai pada titik dosis lethal atau dosis mematikan,” jelasnya.

Dia kembali menegaskan bahwa peran Dinas Kesehatan lebih kepada aspek pembinaan dan edukasi kesehatan masyarakat. Sementara itu, pengawasan terhadap produk tetap berada pada instansi yang berwenang, yaitu BPOM.

“Semua pengawasan makanan dan liquid rokok elektrik berada di Badan POM dan kami dari Dinkes tugasnya mengedukasi masyarakat,” tutupnya.

Peran BPOM dalam Pengawasan Produk Vape

BPOM memiliki tanggung jawab utama dalam mengawasi keamanan dan kualitas produk yang beredar di pasar, termasuk liquid vape. Berikut beberapa hal yang menjadi fokus pengawasan BPOM:

  • Pemeriksaan bahan baku – Setiap produk harus melalui proses evaluasi bahan baku untuk memastikan tidak mengandung zat-zat berbahaya.
  • Uji kelayakan – Produk harus lolos uji laboratorium untuk menjamin aman digunakan oleh masyarakat.
  • Pemantauan pasca-pemasaran – BPOM juga melakukan pemantauan terhadap produk yang sudah beredar untuk memastikan tidak ada pelanggaran standar kesehatan.

Dampak Narkotika pada Kesehatan

Narkotika, baik dalam bentuk cair maupun padat, memiliki efek negatif yang signifikan terhadap kesehatan. Beberapa dampaknya antara lain:

  • Kecanduan – Konsumsi narkotika bisa menyebabkan ketergantungan yang sulit diatasi.
  • Gangguan mental dan fisik – Narkotika dapat merusak fungsi otak dan sistem saraf, serta menyebabkan gangguan pencernaan dan pernapasan.
  • Risiko kematian – Dosis yang terlalu tinggi bisa menyebabkan overdosis dan berujung pada kematian.

Edukasi Masyarakat oleh Dinkes

Meski tidak memiliki wewenang pengawasan langsung, Dinkes Provinsi Kalteng tetap berperan penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat lebih sadar akan risiko penggunaan produk yang tidak aman, termasuk vape yang mengandung narkotika.

Beberapa upaya yang dilakukan oleh Dinkes antara lain:

  • Kampanye kesadaran kesehatan – Melalui berbagai media dan acara publik, Dinkes memberikan informasi tentang bahaya narkotika dan produk tidak sehat.
  • Pelatihan dan sosialisasi – Memberikan pelatihan kepada petugas kesehatan dan komunitas setempat untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan masyarakat.
  • Koordinasi dengan instansi terkait – Bekerja sama dengan BPOM dan lembaga lain untuk memastikan penyebaran informasi yang akurat dan tepat waktu.

Dengan demikian, meskipun pengawasan produk vape berada di tangan BPOM, Dinkes Provinsi Kalteng tetap berkomitmen untuk memberikan perlindungan kesehatan masyarakat melalui edukasi dan pencegahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *