JAKARTA – Komitmen PT PLN Nusantara Power (PLN NP) dalam menghadirkan transisi energi berkeadilan tidak hanya diwujudkan melalui keandalan pasokan listrik, tetapi juga lewat program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata.
Melalui Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, PLN NP menghadirkan Program Punggawa Nusantara bertajuk Kampung Siaga TB Wujudkan Keluarga Aman, Sehat, dan Sejahtera. Program ini menjadi inovasi sosial berbasis komunitas untuk mendukung percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia.
Program tersebut lahir dari kepedulian terhadap persoalan kesehatan, lingkungan, dan sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, yang menghadapi tantangan kompleks terkait penyakit TB. Dengan pendekatan lintas sektor, Punggawa Nusantara membangun ekosistem kolaboratif bersama masyarakat, puskesmas, pemerintah kelurahan, kelompok mitra binaan, serta kader kesehatan.
Kolaborasi ini memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, pendampingan pasien, hingga pemberdayaan ekonomi warga.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan yang berorientasi pada perubahan sistemik.
“Punggawa Nusantara menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang energi bersih, tetapi juga bagaimana perusahaan hadir mendorong masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh,” ujarnya.
Melalui subprogram Arjuna, Sadewa, Bima, dan Nakula, PLN NP UP Muara Karang menghadirkan intervensi terpadu. Program ini mencakup pembangunan sanitasi komunal, skrining massal TB dengan metode rontgen thorax, TCM, dan Mantoux, pendampingan pasien berbasis aplikasi BEBAS TB, hingga pemberdayaan ekonomi melalui produk komunitas berbasis ekonomi sirkular.
Program ini turut digerakkan oleh Srikandi Nusantara, kelompok kader TB berbasis perempuan lokal yang menjadi ujung tombak edukasi dan pendampingan warga. Pendekatan berbasis komunitas tersebut terbukti efektif menekan stigma serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini.
Hasilnya, pada 2025 terjadi peningkatan kepedulian masyarakat terhadap skrining TB sebesar 83,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 517 menjadi 948 orang terduga TB yang melakukan deteksi dini. Bahkan, tingkat kesembuhan pasien TB di Kelurahan Pluit mencapai 100 persen.
Senior Manager PLN NP UP Muara Karang, Kurniawan Dwi Hananto, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan kemandirian masyarakat.
“Masyarakat bukan objek, melainkan penggerak utama perubahan. Ketika komunitas berdaya, keberlanjutan program akan tumbuh secara alami,” katanya.
Selain berdampak pada sektor kesehatan, program ini juga memperkuat kualitas lingkungan melalui pengurangan limbah, pemanfaatan energi bersih untuk mobil rontgen keliling, serta pengembangan usaha komunitas yang meningkatkan pendapatan kelompok rentan.
Keberhasilan tersebut mengantarkan PLN NP UP Muara Karang meraih penghargaan PROPER Emas 2025, sebagai bentuk pengakuan atas kinerja unggul dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Sebagai salah satu tulang punggung pasokan listrik DKI Jakarta dengan kapasitas 2.105 MW, PLN NP UP Muara Karang menunjukkan bahwa keandalan energi dapat berjalan seiring dengan kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial yang berkelanjutan.




