Kapal Bermuatan Kelapa Nyaris Tenggelam Usai Tabrak Terumbu Karang di Perairan Moro

Kecelakaan Laut di Perairan Moro, KM Annisa Indah I T 32 Tabrak Terumbu Karang

Pada Senin (27/4/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB, terjadi kecelakaan laut yang melibatkan Kapal Motor (KM) Annisa Indah I T 32 di Perairan Moro, Kabupaten Karimun. Kapal tersebut menabrak terumbu karang dan mengalami kerusakan pada lambung kanannya. Meski kejadian ini memicu kekhawatiran, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

KM Annisa Indah I T 32 adalah kapal yang diawaki oleh empat orang kru. Kapal ini berangkat dari Selat Panjang sejak pukul 06.00 WIB dengan tujuan PT Kepri Central Coconat di Moro Timur. Kapal tersebut membawa muatan sekitar 50 ton kelapa bulat yang berasal dari warga Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, dengan pemilik kapal bernama Maslan (48).

Menurut informasi yang diperoleh, kapal yang dinakhodai oleh Adenan (46) mengalami tabrakan dengan terumbu karang saat tiba di perairan tujuan. Akibatnya, lambung kanan kapal mengalami kebocoran dan air masuk ke dalam kapal. Hal ini memicu kepanikan di dalam kapal, namun nakhoda segera menghubungi pihak perusahaan untuk meminta bantuan.

Dalam situasi darurat, kapal KM Anugrah Pratama 1 yang sedang berada di sekitar lokasi memberikan pertolongan. Kapal tersebut kemudian menarik KM Annisa Indah I T 32 yang mengalami kebocoran. Bantuan ini sangat penting dalam mencegah kapal tenggelam dan memastikan keselamatan seluruh kru serta muatan.

Pada pukul 13.20 WIB, Kapolsek Moro bersama personel tiba di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Sejumlah petugas juga turut serta dalam proses penanganan kejadian ini. Sekitar pukul 14.15 WIB, kapal berhasil dievakuasi dan dibawa ke jeti PT Kepri Central Coconat untuk dilakukan pembongkaran muatan kelapa.

Kapolsek Moro, Iptu Jamil, menyampaikan bahwa berkat kerja sama yang solid antara petugas dan warga kapal, semua kru serta muatan berhasil diselamatkan. Ia menjelaskan bahwa setelah proses pembongkaran selesai, kapal akan menjalani perbaikan pada bagian lambung yang bocor sebelum kembali ke Selat Panjang.

Selain itu, kondisi cuaca di lokasi kejadian pada saat kejadian dalam keadaan baik dan normal. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memungkinkan proses evakuasi berjalan lancar tanpa adanya hambatan tambahan.

Proses Penanganan dan Pemulihan

Setelah kejadian, pihak perusahaan dan instansi terkait segera berkoordinasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses pemulihan. Dalam beberapa hari ke depan, kapal akan menjalani pemeriksaan menyeluruh dan perbaikan struktur lambung agar dapat kembali beroperasi dengan aman.

Proses evakuasi dan penanganan kejadian ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama antara pihak swasta, aparat kepolisian, dan instansi pencarian dan pertolongan. Semua pihak bekerja sama untuk memastikan keselamatan para pelaut dan menjaga kelancaran aktivitas maritim di wilayah tersebut.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *