Menteri Cak Imin Minta Kelas Menengah Sabar, Kemiskinan Ekstrem Jadi Prioritas

Fokus Pemerintah pada Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Saat ini, pemerintah Indonesia menempatkan penghapusan kemiskinan ekstrem sebagai prioritas utama dengan target mencapai angka 0 persen pada tahun 2026. Hal ini menjadi salah satu agenda besar yang dijalankan dalam beberapa tahun ke depan. Dengan upaya yang terus digencarkan, pemerintah berupaya untuk memastikan masyarakat yang berada di lapisan paling bawah dapat segera terbantu dan keluar dari jerat kemiskinan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat kelas menengah. Ia meminta kelompok ini untuk bersabar di tengah upaya pemerintah yang saat ini tengah memprioritaskan pengentasan kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem. Meski bukan prioritas utama saat ini, pemerintah tetap menegaskan bahwa kondisi dan peran kelas menengah akan menjadi perhatian ke depan.

Cak Imin menjelaskan bahwa fokus pemerintah saat ini memang diarahkan untuk memastikan masyarakat yang paling miskin bisa segera terbantu. Oleh karena itu, perhatian dan alokasi kebijakan masih diprioritaskan ke sektor tersebut. Namun, ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak mengabaikan kondisi kelas menengah. Ia hanya meminta adanya pengertian dan kesabaran dari kelompok ini, mengingat situasi dan tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini membutuhkan penanganan yang bertahap.

Dalam sebuah wawancara dengan awak media, Cak Imin mengatakan: “Tapi pada dasarnya kita sedang mengatasi dulu yang kemiskinan ekstrem dan miskin ini. Pekerjaan ini selesai, kita akan masuk pada menghadapi yang rentan miskin (kelas menengah). Sabar.” Pernyataan ini disampaikan setelah ia menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Plaza BP Jamsostek, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/04/2026).

Menurut Cak Imin, permasalahan kelas menengah menjadi topik lain yang akan ditangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menjelaskan bahwa pemerintahan yang baru belajar satu setengah tahun ini membutuhkan waktu untuk bergerak mengatasi permasalahan satu per satu. “Tentu pemerintah hari ini baru satu tahun setengah ya, akan ada saatnya kita bergerak untuk mengatasi yang rentan miskin ini. Sabar,” ujarnya.

Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa ini berjanji bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan melepas tanggung jawab mereka untuk menuntaskan permasalahan ini. “Kita akan terus bekerja keras, tetapi yang paling pokok kita tuntaskan dulu yang miskin ekstrem,” kata Cak Imin.

Sebelumnya, Cak Imin mengungkapkan bahwa kemiskinan ekstrem berhasil turun dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025. “Sehingga penduduk miskin ekstrem kita menjadi berjumlah 2,2 juta orang dari sebelumnya 3,56 juta orang. Ini patut kita syukuri sekaligus kita masih memiliki tanggungan 2,2 juta,” ujarnya saat membuka RTM.

Namun, Cak Imin mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu segera diatasi pemerintah karena ribuan keluarga kelompok desil 1 atau miskin ekstrem belum tersentuh bantuan. “Lebih dari 774 ribu keluarga pada kelompok desil 1 masih belum tersentuh program, terutama di wilayah seperti Kulonprogo, Garut, Bogor, Cirebon, dan Cianjur,” katanya.

Selain itu, masih terdapat 8,1 persen keluarga yang belum menerima bantuan, serta 60,2 persen keluarga desil 1 yang baru menerima satu hingga dua program.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *